SeaBank Raup Laba Rp97 Miliar, Naik 88 Persen
Pertumbuhan aset dan laba ditopang oleh peningkatan kredit dan dana pihak ketiga.
PT Bank SeaBank Indonesia (SeaBank) mencatat pertumbuhan aset sebesar 16% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp37,4 triliun pada kuartal I 2025. Pertumbuhan ini turut mendorong peningkatan laba bersih menjadi Rp97 miliar atau tumbuh 88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Laba sebelum pajak di kuartal I mencapai Rp124 miliar, dan laba setelah pajak sebesar Rp97 miliar. Pertumbuhan ini ditunjang oleh peningkatan kinerja bisnis," kata Direktur Utama SeaBank, Sasmaya Tuhuleley, dalam media briefing di Kantor SeaBank, Jakarta, Selasa (20/5).
Sasmaya menjelaskan bahwa pertumbuhan aset dan laba ditopang oleh peningkatan kredit dan dana pihak ketiga (DPK). Per Maret 2025, DPK SeaBank tercatat sebesar Rp27 triliun atau tumbuh 10% YoY, dengan rasio dana murah (CASA) meningkat menjadi 66,78%, dari sebelumnya 64,49% pada kuartal I 2024.
Di sisi pembiayaan, penyaluran kredit SeaBank mencapai Rp25 triliun, naik 36% YoY. Rasio Loan to Deposit (LDR) masih tergolong rendah, menunjukkan kondisi likuiditas bank yang tetap kuat. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap stabil di angka 1,57%.
"Likuiditas kami masih terjaga karena DPK lebih besar dari kredit. Jadi pertumbuhan kredit ini tidak mengganggu likuiditas. NPL juga tetap sehat," ujar Sasmaya.
Dari sisi profitabilitas, SeaBank mencatat Return on Assets (ROA) sebesar 1,40%, Return on Equity (ROE) sebesar 6,74%, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,62%.
Aktivitas operasional juga menunjukkan tren positif, dengan rata-rata 5,9 juta transaksi harian selama kuartal pertama 2025. Nilai total transaksi per hari mencapai Rp3,5 triliun, mencakup transaksi cash in, cash out, transfer, pembayaran QRIS, dan lainnya.
Dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan, SeaBank bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM melalui program literasi keuangan bertajuk UMKM Perempuan Berdaya. Program ini juga melibatkan universitas untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital.
"Kami berharap edukasi ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat dan membantu kami tumbuh bersama nasabah," ujar Wakil Direktur Utama SeaBank, Junedy Liu.