Terdampak Kekeringan, Warga Klaten Rela Antre Berjam-jam demi Dapatkan Air Bersih
Warga rela antre untuk mendapatkan air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka
Warga rela antre untuk mendapatkan air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka
Terdampak Kekeringan, Warga Klaten Rela Antre Berjam-Jam demi Dapatkan Air Bersih
Antrean warga terlihat di Kantor Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Dengan membawa sejumlah jeriken, warga mendatangi sumur bor sedalam 240 meter milik pemerintah desa setempat.
Warga harus antre berjam-jam dan bergantian dengan warga lain untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih.
Sarmini, salah seorang warga menjelaskan bahwa dampak kekeringan sudah terjadi dua bulan lamanya. Demi memperoleh air bersih, warga harus antre dengan warga lain. Mereka juga harus rela menempuh jarak 1,5 km dari rumah.
Air bersih digunakan untuk kebutuhan memasak, mandi, dan mencuci. Setiap harinya ia membutuhkan sekitar 4-6 jeriken air.
“Dari air hujan. Pakai tandon. Kalau saat ini kering tandon saya. Untuk air saya ambil di sini. Antre paling kadang setengah sampai satu jam,” kata Sarmini dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Senin (7/8).
Total terdapat 3.700 warga yang kesulitan air bersih di Desa Tlogowatu. Selama ini warga mengandalkan bak penampungan air hujan di masing-masing rumah untuk kebutuhan air bersih.
Namun saat ini kondisinya sudah kering akibat kemarau. Warga kemudian harus antre untuk memperoleh air dari sumur bor.
“Kita kan masing-masing kepala keluarga, sebagian besar 80 persen itu punya bak penampungan air sendiri-sendiri. Itu digunakan untuk menampung air hujan dan digunakan saat musim kemarau. Tapi kan sekarang rata-rata baknya kecil-kecil"
kata Suprat Widoyo, Kepala Desa Tlogowanu.
Selain mengantre di sumur bor, warga juga mengandalkan bantuan air bersih atau membeli air seharga 180 ribu hingga 250 ribu per 5.000 liter dari pihak swasta.