Potret Miris Kekeringan di Jawa Tengah, Nenek Asal Pati Harus Jalan Kaki 2 Kilometer Pikul Puluhan Liter Air

Warga di berbagai daerah terpaksa mencari air di dalam hutan yang jaraknya mencapai satu kilometer dari desa mereka.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Potret Miris Kekeringan di Jawa Tengah, Nenek Asal Pati Harus Jalan Kaki 2 Kilometer Pikul Puluhan Liter Air
Kekeringan di Jawa Tengah (YouTube/Liputan6)

Memasuki akhir bulan September, sejumlah daerah di Jateng mulai diguyur hujan. Walau begitu curahnya masih kecil dan belum bisa untuk mencukupi kebutuhan air warga yang daerahnya telah dilanda kekeringan sejak lama.

Dampak musim kemarau yang perkepanjangan ini memukul ratusan jiwa warga Desa Garangan, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali. Dalam dua bulan terakhir, mereka kesulitan air bersih. Warga pun terpaksa mencari air di dalam hutan yang jaraknya mencapai satu kilometer dari desa mereka.

“Kondisinya sudah berlangsung sebulan ini. Padahal kebutuhan air ini untuk memasak dan mandi,” kata Suratmi, salah seorang warga Desa Garangan yang terdampak kekeringan, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Rabu (18/9).

Berikut selengkapnya:

Kekeringan di Boyolali

Kekeringan di Jawa Tengah
Kekeringan di Jawa Tengah YouTube/Liputan6

Kesulitan air juga diakui Nur Cahyati, warga Desa Garangan. Ia dan warga lainnya harus antre untuk memperoleh sumber air yang berada di dalam hutan itu. Pihak terkait sebenarnya sudah memberikan bantuan air untuk warga Desa Garangan.

Relawan dari berbagai komunitas juga mulai menyalurkan bantuan air pada warga Desa Garangan. Sebanyak 24.000 liter air bersih disalurkan untuk warga desa tersebut.

“Mungkin bisa dilihat sendiri bahwa di sini sangat gersang sekali sampai warga membuat galian untuk mendapatkan air bersih. Dari kami sendiri mengirimkan empat tangki air berjumlah 6.000 liter, dan akan disebarkan ke empat kecamatan yaitu Wonosegoro dan Juwangi,” kata Mawardatun Nisa, salah seorang relawan itu.

Nenek Asal Pati Jalan 2 Km demi Air Bersih

Kekeringan di Jawa Tengah
Kekeringan di Jawa Tengah YouTube/Liputan6

Demi bisa memperoleh air, Sukini, warga Desa Tambahagung, Kabupaten Pati, harus berjalan kaki menuju lokasi dropping air bersih dengan membawa dua buah ember. Bila ember itu terisi air, total berat yang harus ia pikul adalah 50 liter air. Tak jarang, ia harus berjalan kaki sejauh dua kilometer bolak balik untuk bisa memperoleh air itu.

“Ini di dalam air saya kasih daun biar airnya nggak goyang,” kata Sukini, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Selasa (24/9).

Desa Tambahagung sendiri sudah lima bulan dilanda kekeringan. Selain Desa Tambahagung, ada 69 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Pati yang terdampak kekeringan.

Kekeringan di Batang

Kekeringan di Jawa Tengah
Kekeringan di Jawa Tengah YouTube/Liputan6

Kekeringan yang melanda Provinsi Jateng terjadi menyebar di banyak kabupaten. Di Batang misalnya, per 17 September 2024 kemarin, ada delapan desa yang mengalami kekeringan dan menyebabkan 2.174 warga mengalami krisis air bersih. Debit air sumur dan sungai di desa-desa itu menurun drastic. Oleh karena itu merekapun mengajukan bantuan dropping air bersih.

“Kami telah mendistribusikan 25 tangki air atau sekitar 125 ribu liter air bersih ke desa-desa terdampak krisis air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Batang, Ulul Asmi dikutip dari ANTARA.

Rekomendasi