Serunya Tradisi Sedekah Laut di Brebes, Bentuk Rasa Syukur Para Nelayan
Tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun.
Tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun.
Serunya Tradisi Sedekah Laut di Brebes, Bentuk Rasa Syukur Para Nelayan
Ribuan warga Desa Pulogading, Kecamatan Bulakamba, Brebes, berbondong-bondong mendatangi tempat pelelangan ikan. Mereka mendatangi acara tradisi sedekah laut.
Acara tersebut dimulai dengan arak-arakan yang diiringi aneka kesenian tradisional seperti buroq, kuda lumping, dan tarian tradisional.
Setelah arak-arakan, acara dilanjutkan dengan larung atau membuang sesaji yang berisi kepala kerbau, dua ekor angsa yang masih hidup, serta aneka buah-buahan dan makanan ke tengah laut.
Tokoh masyarakat Kecamatan Bulakamba, Wa’Anto menuturkan, sedekah laut merupakan tradisi bagi masyarakat nelayan di Pantura Brebes. Acara ini digelar setiap tahun dan sudah berlangsung puluhan tahun secara turun-termurun.
“Kegiatan ini memang melingkupi semua aspek. Aspek ekonomi, aspek pariwisata, dan ini juga kegiatan seremonial khususnya di Desa Pulogading yang digelar tiap tahun. Hari ini adalah puncaknya. Harapannya seluruh pegiat ekonomi akan tergerak dengan adanya kegiatan ini,”
ujar Wa'anto, tokoh masyarakat kecamatan Bulakamba.
Sedekah laut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah memberikan rejeki berupa tangkapan ikan.
“Mengikuti orang zaman dulu. Sebagai rasa syukur karena setiap tahun mengambil dari laut,” kata Casmidi, salah seorang panitia sedekah laut.
Masyarakat nelayan berharap dengan adanya tradisi sedekah laut mereka akan selalu diberi keselamatan dalam melaut.
Tak hanya di Bulakamba, acara sedekah laut juga menjadi tradisi pada masyarakat di kecamatan lain yang berada di wilayah Brebes antara lain di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Desa Pengadaran Kecamatan Tanjung, serta Desa Prapag Kecamatan Losari.
Dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami pergeseran dalam hal tata cara. Tradisi yang sebelumnya merupakan sedekah diubah menjadi pesta laut. Sejumlah hiburan turut mewarnai pesta laut tersebut seperti hiburan musik dangdut dan sejenisnya.