Keseruan Tradisi Praonan di Pasuruan, Warga Ramai-Ramai Naik Perahu Nelayan Rayakan Lebaran Ketupat

Ribuan masyarakat datang memenuhi pelabuhan demi merasakan sensasi naik perahu bersama-sama.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Keseruan Tradisi Praonan di Pasuruan, Warga Ramai-Ramai Naik Perahu Nelayan Rayakan Lebaran Ketupat
Keseruan Tradisi Praonan di Pasuruan, Warga Ramai-Ramai Naik Perahu Nelayan Rayakan Lebaran Ketupat (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Google Maps

Salah satu potensi Pasuruan ialah kekayaan lautnya. Laut telah menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir Pasuruan. Tak hanya itu, laut juga menjadi saksi sebuah tradisi turun-temurun yang dilakukan sepekan setelah Lebaran.

Sejarah Tradisi Praonan

Awalnya, tradisi Praonan hanya kegiatan biasa di sekitar pelabuhan untuk menjamu tamu atau sanak keluarga.

Mengutip situs jmm.unmerpas.ac.id, seiring waktu, tradisi ini digelar rutin setiap tahun dan melekat sebagai ciri khas Pasuruan.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Pemkot Pasuruan

Tingginya antusiasme masyarakat mengikuti tradisi Praonan membuat pemerintah setempat mengangkatnya jadi potensi pariwisata.

Kini, tradisi Praonan bisa diikuti siapapun yang berhasil mendapatkan tiket.

Pelaksanaan

Tradisi Praonan digelar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada saat Lebaran ketupat.

Mengutip situs resmi Pemkot Pasuruan, ribuan masyarakat dari berbagai penjuru datang ke Pelabuhan Kota Pasuruan demi menikmati suasana laut dengan menaiki perahu milik para nelayan.

Mengutip situs mubadalah.id, ada tujuh titik kumpul penyelenggaraan tradisi Praonan di Kabupaten Pasuruan. Tujuh titik kumpul tersebut ada di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kraton, Kecamatan Lekok, dan Kecamatan Nguling.

Pada setiap titiknya para nelayan menyiapkan perahu untuk disewakan kepada masyarakat yang ingin ikut serta dalam tradisi Praonan.

Selain warga Pasuruan, penikmat tradisi turun-temurun ini juga datang dari berbagai daerah lain di Jawa Timur.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Instagram @chandrakusumo

Masyarakat pesisir Kota Pasuruan menggelar Tradisi Praonan secara swadaya. Ada kalanya mereka juga menghias perahu-perahu untuk memeriahkan tradisi ini.

Masyarakat yang ingin mengikuti tradisi Praonan cukup membayar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per orang.

Masyarakat yang ingin mengikuti tradisi Praonan cukup membayar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per orang.
© 2024 merdeka.com/Pemkot Pasuruan
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengutip NU Online, tradisi Praonan biasanya digelar bersamaan dengan Petik Laut, tradisi selamatan warga pesisir pantai dengan melarung makanan ke tengah laut. Tradisi Petik Laut merupakan bentuk harapan  nelayan agar mendapatkan hasil melimpah.

Hasilkan Cuan Tambahan

Hasilkan Cuan Tambahan
Dok. Istimewa

Selain menyemarakkan momentum Lebaran ketupat, tradisi Praonan juga mampu meningkatkan pendapatan nelayan yang menyewakan perahunya.

Simak keseruan tradisi Praonan melalui video ini.

Rekomendasi