Fakta Unik Pabrik Terintegrasi, Pemprov Jatim Dorong Keseimbangan Industrialisasi dan Keberlanjutan

Gubernur Khofifah optimis pabrik alas kaki PT Coats Rejo di Pasuruan jadi referensi industri lain dalam mencapai keseimbangan industrialisasi dan keberlanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Pabrik Terintegrasi, Pemprov Jatim Dorong Keseimbangan Industrialisasi dan Keberlanjutan
Gubernur Khofifah optimis pabrik alas kaki PT Coats Rejo di Pasuruan jadi referensi industri lain dalam mencapai keseimbangan industrialisasi dan keberlanjutan. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara aktif mendukung tercapainya keseimbangan antara industrialisasi dan keberlanjutan lingkungan. Dukungan ini diwujudkan melalui implementasi pabrik manufaktur yang terintegrasi penuh di wilayah tersebut. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya mencapai keseimbangan ini dalam setiap kegiatan industri.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri peresmian pembangunan pabrik alas kaki milik PT Coats Rejo di Pasuruan, Jawa Timur. Acara peresmian ini berlangsung pada Rabu, 15 Oktober, menandai langkah maju bagi industri di Jatim. Khofifah menjelaskan bahwa keseimbangan dapat dicapai dengan menghasilkan produk berstandar internasional.

Selain itu, prosedur operasional yang bertaraf internasional juga harus tetap dijaga. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi industri lain. Dengan demikian, industri di Jawa Timur dapat terus berkembang tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan optimisme tinggi terhadap keberadaan pabrik alas kaki terintegrasi milik PT Coats Rejo Indonesia di Pleret, Pasuruan. Menurutnya, fasilitas ini berpotensi menjadi referensi utama bagi industri lain. Tujuannya adalah untuk mencapai keseimbangan industrialisasi dan keberlanjutan yang ideal di Jawa Timur.

Khofifah menyoroti berbagai inovasi yang diterapkan oleh pabrik tersebut. Salah satunya adalah penggunaan panel surya yang terus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Selain itu, produk-produk yang didesain juga lebih ramah lingkungan, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. "Kami optimis keberadaan pabrik alas kaki terintegrasi milik PT Coats Rejo Indonesia di Pleret, Pasuruan dapat menjadi referensi industri lain dalam mencapai keseimbangan antara industrialisasi dan keberlanjutan," katanya.

Keberadaan pabrik ini menjadi bukti nyata upaya menyeimbangkan produksi berstandar internasional dengan prosedur operasional berintegritas tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab lingkungan. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat diikuti oleh lebih banyak perusahaan di masa mendatang.

Selain menjaga keseimbangan antara industrialisasi dan keberlanjutan, pembangunan pabrik PT Coats Rejo Indonesia juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi negara. Total realisasi investasi untuk pabrik ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp623,95 miliar. Investasi sebesar ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi di Jawa Timur.

Dampak positif lainnya adalah penciptaan lapangan kerja. Pabrik ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 547 orang. Penyerapan tenaga kerja ini tentu akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. "Mudah-mudahan menjadi referensi industri dan pabrik lain. Jadi ada keseimbangan antara industrialisasi dan keberlanjutan lingkungan," tambah Khofifah.

Konsul Kehormatan Kerajaan Inggris untuk Jawa Timur, Ivy Kamadjaja, yang turut hadir dalam peresmian, menyatakan optimismenya. Ia meyakini fasilitas ini akan menjadi pabrik terintegrasi pertama dan satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia. "Ini merupakan satu bukti nyata bahwa Jatim memiliki potensi besar akan pusat inovasi dan industri secara global," ujarnya.

Kamadjaja juga menambahkan bahwa pabrik ini dapat menjadi jembatan ekonomi penting antara Inggris dan Indonesia. Lebih dari itu, fasilitas ini diharapkan menjadi pelopor dalam membawa berbagai misi lingkungan dan kemanusiaan. Hal ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat inovasi dan industri yang berwawasan global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi