Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terungkap Alasan Pria Ini Nekat Menjadi Polisi Gadungan di Jaktim

Terungkap Alasan Pria Ini Nekat Menjadi Polisi Gadungan di Jaktim

Terungkap Alasan Pria Ini Nekat Menjadi Polisi Gadungan di Jaktim

Pelaku mempunyai dua orang istri dan mengaku kepada mereka jika dirinya anggota Polri.

Satuan Reserse Narkoba (Satrl Resnarkoba) Polres Metro Jakarta Timur, telah menangkap seorang polisi gadungan. Pria itu diketahui atas nama LH.


Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, tujuan dirinya menjadi polisi gadungan karena terobsesi ingin menjadi anggota Korps Bhayangkara.

"Kenapa dia menggunakan pakaian seragam? Karena dia terobsesi menjadi seorang anggota polisi, namun pada saat dia tes, dia tingginya kurang dan tidak bisa menjadi anggota Polri. Namun, tidak mengurangi niat dia tetap dia terobsesi menjadi anggota Polri. Sehingga, dia menggunakan seragam Polri untuk kegiatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya," kata Nicolas kepada wartawan, Senin (20/5).


Apalagi, ia mempunyai dua orang istri dan mengaku kepada istri keduanya jika dirinya bekerja atau menjadi anggota Polri.

"Dia mengaku kepada istri keduanya, mertuanya dan keluarga istri keduanya bahwa dia adalah seorang anggota polisi, pekerjaannya dia sehari-hari suka mengemil kepada para pedagang yang ada di wilayah Jakarta Selatan dengan menggunakan pakaian seragam," ujarnya.

Terduga Pelaku Sebagai Pengedar Narkoba

Nicolas menjelaskan, bukan hanya menjadi polisi gadungan, terduga pelaku ternyata juga terindikasi sebagai pengguna atau pengedar narkoba.

"Sebelum kami menangkap si LH ini, memang anggota kami Satnarkoba Polres Metro Jakarta Timur berusaha memancing, karena indikasi dia adalah seorang pengguna atau pengedar narkoba. Sehingga pada saat ditemukan pada dirinya ada bukti narkoba dan hasil tes urine juga positif dia menggunakan narkoba," jelasnya.


Dari penangkapan itu lah, kemudian pihaknya pun mengetahui jika LH juga menjadi polisi gadungan. Selain itu, kepada petugas mengaku jika ia menjadi polisi gadungan selama empat tahun dan bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Selama empat tahun menjadi polisi gadungan, ia telah melancarkan aksinya itu di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Dari situ, ia pun setiap bulannya meraup uang mencapai Rp3 juta.


"Iya (untuk beli narkoba) untuk kebutuhan dia sehari-hari," ujarnya.

Kemudian, terkait dengan properti yang dimiliki dan digunakannya itu ia beli di kawasan Jakarta Selatan. "Untuk senpinya itu air soft gun itu bukan senpi itu air soft gun," ucapnya.

Atas perbuatannya, ia kenakan Pasal 508 KUHP atau 378 KUHP dengan ancaman pidana selama empat tahun.

Sementara itu, LH dalam pengakuannya jika dirinya menjadi polisi gadungan sudah diketahui oleh istrinya. Namun, hal itu baru diketahui beberapa waktu lu.

"Engga (nipu istri kedua) istri kedua udah tahu dengan adanya saya begini. Awalnya tidak tahu, sekarang sudah tahu. (Mertua istri kedua juga tau bahwa kau polisi) Betul, tiga tahun setengah. Malak tukang jamu Rp30 ribu," pungkasnya.

Terungkap Peran Lima Pelaku Begal Casis Bintara Polri
Terungkap Peran Lima Pelaku Begal Casis Bintara Polri

Terungkap Peran Lima Pelaku Begal Casis Bintara Polri

Baca Selengkapnya
Prajurit TNI ini Bangga Anaknya jadi Polisi, Saking Bahagianya Seragam Sang Putra Dijaga di Bawah Pohon
Prajurit TNI ini Bangga Anaknya jadi Polisi, Saking Bahagianya Seragam Sang Putra Dijaga di Bawah Pohon

Seorang prajurit TNI AD bangga saat menghadiri pelantikan putranya menjadi anggota Polri, ia sampai menjaga seragam sang anak sambil duduk di bawah pohon.

Baca Selengkapnya
Jadi Tersangka, Polisi Pengemudi Alphard Ancam Warga Dijemput Propam dan Ditahan di Sel Khusus
Jadi Tersangka, Polisi Pengemudi Alphard Ancam Warga Dijemput Propam dan Ditahan di Sel Khusus

Setelah ditetapkan tersangka, Bripka ED, polisi pengemudi Alphard yang ancam warga ditahan di sel khusus.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Jenderal TNI Melongo Melihat Pria Asal Papua Miliki Tinggi 149 CM Lolos Jadi Polisi 'Bisa Masuk'
Jenderal TNI Melongo Melihat Pria Asal Papua Miliki Tinggi 149 CM Lolos Jadi Polisi 'Bisa Masuk'

Seorang jenderal TNI kaget melihat anggota Polisi asal Papua yang hanya bertinggi badan 149 cm, bisa masuk karena setia terhadap NKRI.

Baca Selengkapnya
Polisi Jombang Gelar Shalat Gaib untuk Briptu Rian yang Dibakar Istri
Polisi Jombang Gelar Shalat Gaib untuk Briptu Rian yang Dibakar Istri

Semasa hidup, Briptu Rian dikenal sebagai orang yang baik

Baca Selengkapnya
Aksi Arogan Pria Bercelana TNI Pukul Tukang Parkir, Dibalas 'Bapak Harusnya Melindungi Saya'
Aksi Arogan Pria Bercelana TNI Pukul Tukang Parkir, Dibalas 'Bapak Harusnya Melindungi Saya'

Enteng tangan, sosoknya tak segan memukul seorang tukang parkir.

Baca Selengkapnya
Gara-Gara Knalpot Brong, Pemuda di OKI Tembak Tetangga hingga Kritis
Gara-Gara Knalpot Brong, Pemuda di OKI Tembak Tetangga hingga Kritis

Pelaku langsung melarikan diri hingga akhirnya diamankan polisi di tempat persembunyiannya di Cengal

Baca Selengkapnya
Perwira Polisi Pamer Otot Bareng Pensiunan Jenderal Eks Kapolri, Sang Ayah Dipuji Awet Muda
Perwira Polisi Pamer Otot Bareng Pensiunan Jenderal Eks Kapolri, Sang Ayah Dipuji Awet Muda

Berikut potret perwira polisi pamer otot bareng pensiunan Jenderal eks Kapolri.

Baca Selengkapnya
Kasus Pengeroyokan Warga Sipil Depan Polres Jakpus, 20 Prajurit TNI Jadi Tersangka
Kasus Pengeroyokan Warga Sipil Depan Polres Jakpus, 20 Prajurit TNI Jadi Tersangka

20 Prajurit TNI tersangka tersebut masuk dalam kategori pangkat tamtama sampai bintara.

Baca Selengkapnya