Pramono: Bantuan Proyek MRT untuk Bali Teknikal Bukan Finansial
Menurut Pramono, bantuan diberikan Pemprov DKI Jakarta bukan berbentuk finansial, melainkan pengalaman dan kesempatan untuk belajar.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan lebih lanjut rencana kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Bali terkait proyek MRT. Menurut Pramono, bantuan diberikan Pemprov DKI Jakarta bukan berbentuk finansial, melainkan pengalaman dan kesempatan untuk belajar.
"Jadi kerja sama yang dilakukan Pemerintah Jakarta dan Bali, karena Bali menginisiasi untuk memiliki MRT seperti Jakarta. Satu satunya daerah di Indonesia yang punya pengalaman untuk set up MRT hanya Jakarta. Maka pemerintah Bali belajar ke Jakarta untuk hal itu. Kami memberikan bantuan dalam hal teknikal, finansial bukan uang tetapi bagaimana bisa mendapatkan finansial untuk menjalankan mengelola MRT," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/6).
Pramono mengatakan Jakarta terbuka bahwa kerja sama dilakukan tidak hanya dengan Bali, namun apabila ada daerah lain juga ingin saling bertukar ilmu maka hal itu dipersilakan. Catatannya, selama daerah tersebut memiliki kemampuan modal memadai.
"Untuk daerah lain yang berkeinginan, selama kemampuan finansialnya ada pemerintah Jakarta (juga) akan sharing," tutur Pramono.
Pramono menambahkan, saat ini pembangunan MRT Jakarta memasuki fase tahap dua. Nantinya, rute MRT Jakarta akan bertambah panjang hingga Monas dari yang eksisting saat ini di Bundaran Hotel Indonesia.
"Kami lakukan Fase 2 dari Bundaran HI-Monas, selesainya mudah-mudahan selesai di tahun 2029 maka Jakarta termasuk daerah yang pengalaman untuk memenage MRT ini," tambah Pramono.
Pramono memastikan, proyek MRT akan diteruskan ke tahap berikutnya Tangerang Selatan. Namun hal itu masih harus dimatangkan karena bersinggungan lintas provinsi.
"Perluasan Jakarta sampai Tangerang Selatan akan kita matangkan, saya sudah minta dirut MRT untuk duduk bersama dengan Pemerintah Banten kalau menjadi sesuatu yang diseriusin. Maka berikutnya fase 3, 4 akan segera dilakukan," Pramono menandasi.
Kerja Sama Bali da Jakarta
Sebagai informasi, Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno sudah menandatangani perjanjian pendahuluan tentang kerjasama jasa konsultasi dan pendampingan pembangunan prasarana dan sarana perkeretaapian di Provinsi Bali bertempat di Jaya Sabha, Denpasar pada Jumat (13/6).
Koster menyampaikan bahwa Jakarta sudah sangat berpengalaman dan maju dalam pengelolaan transportasi umum termasuk Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT). Sehingga menurutnya wajar bagi Bali untuk berguru ke Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
"Kami senang sekali ada kerjasama dengan Jakarta khususnya dalam persiapan pendampingan program MRT ini bahkan kalau perlu Pemprov Jakarta carikan mitra untuk membangun Bali,” kata Koster seperti dikutip dari situs Pemprov Bali.
Koster menjelaskan, Pemprov Bali berkomitmen tinggi dalam memecahkan permasalahan kemacetan di Bali salah satunya melalui pembangunan MRT yang akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan daerah pariwisata lainnya di Bali.