Peringati Hari Sjogren Sedunia, Tingkat Kesadaran Gejala dan Risikonya
Sjogren adalah sindrom langka yang sulit untuk dideteksi.
Sjogren adalah sindrom langka yang sulit untuk dideteksi.
Peringati Hari Sjogren Sedunia, Tingkat Kesadaran Gejala dan Risikonya
Sistem kekebalan tubuh adalah hubungan kompleks antara jaringan, organ, dan sel-sel yang bekerja sama untuk melindungi tubuh dari serangan benda asing dan patogen yang berpotensi merugikan, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit.Tujuan utama sistem kekebalan adalah untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengidentifikasi dan menyingkirkan mikroorganisme atau sel-sel yang bermutasi. Jika sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan, tentu fungsinya tidak dapat bekerja secara optimal.
Salah satunya adalah sindrom sjogren. Sindrom Sjögren adalah gangguan sistem kekebalan yang identik dengan kondisi mata dan mulut kering. Bukan hanya itu, sindrom ini juga menyerang beberapa bagian tubuh lain seperti tiroid, ginjal, hati, hingga saraf. Hingga kini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui penyakit serius yang dapat terjadi pada siapa saja. Untuk meningkatkan kesadaran, dibentuk peringatan khusus, yaitu Hari Sjogren Sedunia setiap tanggal 23 Juli.
Tepat pada hari ini, penting untuk mnegetahui lebih jauh bagaimana asal mula dan tujuan dibentuknya peringatan Hari Sjogren Sedunia. Dilansir dari National Today, berikut kami merangkum informasinya, bisa disimak.
Sejarah Hari Sjogren Sedunia
Sejarah peringatan Hari Sjogren Sedunia pada 23 Juli, berawal dari seorang dokter yang bernama Henrik Sjogren. Henrik Sjogren lahir pada tanggal 23 Juli 1899, di Koping, Swedia, dan lulus dari Karolinska Institute of Medicine pada tahun 1927.
Foto: pixabay.com
Gejala-gejala yang nampak pada pasien tersebut sangat jelas, namun semakin diperhatikan kombinasi gejala yang ada pada pasien tersebut tampak aneh dan tidak biasa.
Kemudian Sjogren memutuskan untuk menyelidikinya. Pada tahun 1933, ia menerbitkan tesis doktoralnya yang menggambarkan 19 wanita pascamenopause dan menderita radang sendi, menunjukkan manifestasi klinis dan patologis dari sindrom yang sama seperti pasien yang ditemuinya sebelum itu.
Awalnya. tesis Sjogren diterima dengan baik, karena Dewan Penguji mengkritik beberapa aspek klinis. Setelah penelitian ekstensif dan pengumpulan data, Sjogren menerbitkan sebuah makalah penting pada tahun 1951, menggambarkan 80 pasien dengan mata kering, 50 di antaranya juga menderita radang sendi.
Penyakit ini diberi nama keratoconjunctivitis sicca, dan mulai disebut Sindrom Sjogren dalam literatur hingga saat ini. Sekitar 30 tahun setelah itu, seorang pasien dengan Sindrom Sjogren, Elaine Harris, mendirikan Yayasan Sjogren, tepatnya pada tahun 1983.
Latar belakang ia mendirikan yayasan ini karena merasa frustrasi karena butuh waktu lama untuk mengidentifikasi gejalanya dan kurangnya informasi. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, kemudian 23 Juli diperingati sebagai Hari Sjogren Sedunia di setiap tahun.
Tujuan Peringatan Hari Sjogren Sedunia
Setelah mengetahui sejarah Hari Sjogren Sedunia 23 Juli, berikutnya akan dijelaskan tujuan dibentuknya perayaan ini.
Hari Sjogren Sedunia dibentuk tidak lain untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit serius yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini.
Foto: pexel.com
Hingga saat ini, informasi tentang sindrom sjogren masih minim sehingga penting untuk menyebarkan informasi lebih banyak untuk mengedukasi masyarakat.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memeriksa kemungkinan gejala karena sangat sulit untuk didiagnosis.
Tujuan berikutnya adalah untuk mendorong sindrom sjogren sebagai topik penelitian. Semakin banyak penelitian yang dilakukan tentang penyakit ini maka akan semakin banyak data yang ditemukan.
Terlebih lagi, hingga saat ini belum ada obat yang digunakan untuk menyembuhkan gejala penyakit sjogren. Hanya obat antiinflamasi nonsteroid, kortikosteroid, hidroksiklorokuin, dan obat lain yang menenangkan sistem kekebalan dan membantu perawatan untuk gejala kekeringan.
Oleh karena itu, semakin banyak penelitian yang dilakukan maka ini membuka semakin banyak peluang terciptanya obat baru dan tindakan medis lainnya yang dapat membantu proses penyembuhan sindrom sjogren.