Awas! Cahaya Lampu Kota Bisa Pengaruhi Jantung: Ini Kata Studi Terbaru
Paparan cahaya lampu kota di malam hari bisa tingkatkan risiko penyakit jantung. Gangguan ritme sirkadian dan penurunan melatonin jadi penyebab utama.
Lampu-lampu kota yang gemerlap di malam hari memang memanjakan mata. Namun, tahukah Anda bahwa cahaya lampu kota, terutama paparan cahaya buatan di malam hari, ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan jantung? Sebuah studi terbaru mengungkap adanya korelasi antara paparan cahaya di malam hari dan peningkatan risiko berbagai penyakit jantung.
Penelitian yang melibatkan puluhan ribu peserta ini menunjukkan bahwa paparan cahaya malam dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yang mengatur berbagai fungsi penting seperti siklus tidur-bangun, tekanan darah, dan kadar gula darah. Gangguan ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
"Cahaya di malam hari menyebabkan gangguan sirkadian, yang merupakan faktor risiko yang diketahui untuk hasil kardiovaskular yang merugikan," tulis tim ilmuwan internasional dalam studi terbaru mereka, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat atau diterbitkan.
Gangguan Ritme Sirkadian dan Penurunan Melatonin
Ritme sirkadian, atau jam biologis internal, sangat penting untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Paparan cahaya di malam hari dapat mengacaukan jam internal ini, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Selain itu, cahaya, terutama cahaya biru dari perangkat elektronik dan lampu jalan, menghambat produksi melatonin, hormon penting untuk tidur nyenyak.
Kurang tidur dan gangguan produksi melatonin telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah, peningkatan risiko pembekuan darah, dan peningkatan risiko penyakit jantung. Hal ini diperkuat dengan temuan studi yang menunjukkan bahwa lansia yang tidur dengan lampu menyala memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan diabetes, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
"Hubungan cahaya malam dengan risiko gagal jantung dan penyakit arteri koroner lebih kuat untuk wanita, dan hubungan cahaya malam dengan risiko gagal jantung dan fibrilasi atrium lebih kuat untuk individu yang lebih muda dalam kelompok ini," tulis para peneliti.
Peningkatan Risiko Penyakit Jantung
Studi yang menganalisis data dari 88.905 orang dewasa yang mengenakan sensor pergelangan tangan untuk melacak paparan cahaya selama seminggu, dengan pemeriksaan kesehatan lanjutan selama 9,5 tahun. Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Dibandingkan dengan separuh peserta dengan paparan cahaya terendah, 10 persen peserta yang terpapar cahaya paling banyak di malam hari memiliki risiko masalah jantung yang jauh lebih tinggi.
Masalah jantung tersebut meliputi penyakit arteri koroner, serangan jantung, gagal jantung, fibrilasi atrium, dan stroke. Para peneliti telah mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan jantung, seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan, durasi tidur, aktivitas fisik, status sosial ekonomi, dan risiko genetik, untuk mengisolasi efek paparan cahaya di malam hari.
Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa paparan cahaya malam hari meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, fibrilasi atrium, dan stroke. Bahkan paparan cahaya sedang di malam hari sudah cukup untuk mengganggu regulasi glukosa dan kardiovaskular, meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Solusi Mengurangi Paparan Cahaya di Malam Hari
Meskipun hasil studi ini mengkhawatirkan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan paparan cahaya malam hari. Salah satunya adalah dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik sebelum tidur. Gunakan tirai gelap untuk memblokir cahaya dari luar, dan kurangi paparan cahaya dari layar gawai sebelum tidur.
Memilih lampu dengan warna cahaya yang lebih hangat (suhu warna rendah) di kamar tidur juga dapat membantu. Selain itu, ciptakan lingkungan tidur yang gelap dan tenang. "Menghindari cahaya di malam hari mungkin merupakan strategi yang berguna untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular," tulis para peneliti.
Perlu diingat bahwa informasi ini bersifat umum dan penelitian masih terus dilakukan untuk memahami sepenuhnya dampak cahaya terhadap kesehatan jantung. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan jantung Anda.