Menyusuri Gang Roti Legendaris di Bandung, Sudah Ada Sejak 1970-an
Selain bisa melihat proses pembuatannya secara langsung, aneka jenis roti yang dijual di sentra ini sangat ramah kantong.
Jika sebagian besar gang hanya terdiri dari permukiman warga dengan aktivitas sehari-hari, namun salah satu jalanan kecil di Kota Bandung justru berbeda. Di sana, sebagian besar rumah justru dikenal sebagai sentra pembuat roti sejak 1970-an.
Gang unik ini kemudian disebut sebagai gang roti legendaris yang terletak di kawasan RW06, Babakan Rahayu, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler. Aroma roti seketika langsung semerbak saat mengunjungi kawasan padat penduduk ini.
Kebanyakan, para pengusaha membuat produk roti dalam skala home industri. Alat-alat produksi seperti pengaduk adonan, oven berukuran besar hingga penyaluran ke konsumen dilakukan di masing-masing rumah di sana.
Aneka jenis roti juga dibuat di sentra ini, dengan harga jual yang sangat ramah di kantong. Penasaran dengan keberadaannya? Yuk ikuti informasinya berikut ini.
Sudah Ada Sejak 1970-an
Kisah gang roti legendaris ini bermula antara tahun 1960-1970-an, di mana ketika itu sudah ada beberapa rumah sebagai pelopor pembuatan roti manis. Usaha roti kemudian menyebar dan diikuti oleh warga di sana, hingga menjadi puluhan rumah.
Mengutip Youtube Jurnal Paoeban, masing-masing pabrik roti di sana memiliki spesialisasinya sendiri. Seperti rumah produksi Kurnia Sari yang khusus memproduksi roti bercita rasa manis dan tawar, serta lain sebagainya.
Total ada puluhan pabrik roti, yang dijalankan secara turun temurun di sana.
Bisa Melihat Langsung Pembuatannya
Pengunjung yang penasaran bisa bertanya ataupun melihat secara langsung pembuatan roti di rumah-rumah warga. Mereka akan dengan senang hati mendampingi.
Roti sendiri kebanyakan sudah memiliki konsumen, seperti para pemiliki warung kelontong, pedagang pasar sampai toko swalayan di sekitaran Bandung raya.
“Ada roti manis isi selai nanas, susu, macam-macam,” kata seorang pembuat
Roti Sawargi Jadi yang Paling Awal Memproduksi
Salah satu perintis pembuatan roti di sana adalah industri rumahan Sawargi. Menurut informasi, keberadaannya sudah ada sejak 1980-an dan masih terus dijalankan oleh anak-anak dari pemilik awal.
Di tempat ini, roti yang paling laris adalah varian kopyor yang berasal dari kelapa. Cita rasa manis dan lembut banyak disukai konsumen yang menyebar hingga Kabupaten Bandung.
“Ini ada roti kopyor dari kelapa, ada juga keju dan lain-lain,” kata salah satu pembuat roti, Nano.
Harganya Murah Meriah
Dalam kanal Rumah Bisnis, disebutkan bahwa pabrik roti di sana menciptakan berbagai rasa, seperti selai buah, moca, cokelat, gula, pandan sampai asin untuk burger.
Proses pembuatannya juga terbilang cepat, karena sudah menggunakan bantuan mesin. Resepnya juga kebanyakan sudah sejak awal berdiri dan tidak diubah, sebagai salah satu cara mempertahankan kualitas.
Rata-rata, harga roti dibanderol mulai dari Rp2.100 hingga Rp4.000 per bungkus. Karena tidak memakai bahan pengawet, roti hanya bisa bertahan 4 sampai 5 hari saja.