Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Mencicipi Borondong Ibun, Pop Corn Tradisional Bandung yang Sudah Ada Sejak 1960-an

Mencicipi Borondong Ibun, Pop Corn Tradisional Bandung yang Sudah Ada Sejak 1960-an

Borondong Ibun jadi salah satu camilan legendaris yang harus dicicipi saat berkunjung ke Bandung, Jawa Barat. 

Mencicipi Borondong Ibun, Pop Corn Tradisional Bandung yang Sudah Ada Sejak 1960-an

Siapa yang tidak kenal popcorn. Panganan berbahan jagung yang dioven hingga mekar itu memiliki tekstur yang unik saat disantap. Di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terdapat kuliner serupa versi tradisional bernama Borondong Ibun.

Secara umum, makanan ini memiliki rasa yang manis dan gurih dengan campuran utama gula aren cair yang membuat warna makanan khas ini sedikit kecokelatan, dengan aroma karamel yang khas. Ukurannya pun bermacam-macam, sesuai permintaan warga.

Di Kampung Sangkan, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Majalaya terdapat pembuatan Borondong Ibun secara tradisional. Prosesnya terbilang unik, karena dilakukan secara sederhana di rumah produksi yang dikelola secara turun temurun.

Renyah dengan perpaduan manis dan gurih

Mengutip kanal YouTube Budaya Jabar, Rabu (6/12), makanan ini memiliki rasa mirip popcorn namun dengan tekstur yang lebih renyah, serta dominan manis dan gurih.

Yang berbeda, Borondong Ibun memiliki kerenyahan yang bisa bertahan lama, dibanding popcorn karena terdapat proses sangrai dan pemanggangan yang dilakukan lebih dari sekali.

Ukurannya Borondong Ibun pun beragam, mulai dari sebesar kelereng sampai seukuran bola plastik yang lumayan besar.

Di sentra produksinya, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan Borondong Ibun yang khas.

Tidak hanya jagung

Tidak hanya jagung

Perbedaan selanjutnya dari popcorn adalah, Borondong Ibun dibuat dengan menggunakan beras ketan yang disangrai. Hasil matangnya serupa popcorn, namun lebih renyah dan tidak kempis.

Di rumah produksinya, Borondong Ibun biasanya dikemas ke dalam wadah plastik yang ringkas agar mudah dibawa sebagai oleh-oleh dari Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Oleh warga di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, borondong ini dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Proses pembuatannya

Salah satu pembuat borondong di Desa Laksana mengatakan bahwa pembuatan Borondong Ibun diawali dengan memilih padi beras ketan yang baik. Kemudian disangrai di dalam gentong yang dipanaskan.

Selama disangrai, padi ketan tersebut harus terus diaduk menggunakan ikatan merang padi. Dalam pengadukan, padi perlahan akan mekar dan pecah hingga menjadi borondong.

“Ini awalnya disangrai sampai ngembang, kemudian dimasukkan ke saringan untuk dipisahkan cangkang padinya, kemudian disortir dan dipanggang, dijemur, diberi gula dan terakhir dicetak di baki,”

jelas Yeti, pembuat Borondong Ibun.

Borondong isi wajit

Borondong isi wajit

Borondong isi wajit jadi salah satu produk yang unik di Desa Laksana. Borondong ini berwarna putih, dengan tekstur yang renyah namun kenyal di dalam, karena berisi wajit atau dodol.

Lalu ada juga borondong congkel yang berbentuk pipih, lalu ada borondong kepalan yang cukup besar dan borondong cindil yang seukuran kelereng.

“yang isinya wajit ini namanya borondong enten, ini bahannya ditambah kelapa, gula putih sama gula merah,” kata Yeti

Asal usul Borondong Ibun

Borondong Ibun sebenarnya sudah populer sejak tahun 1960-an. Ketika itu Mak Erah mencoba membuat makanan dari hasil padi ketan dan gula aren yang jadi komoditas andalan Kecamatan Ibun.

Dari hasil pembuatannya itu, Borondong Ibun dikenalkan ke warga dan banyak disukai. Mak Erah lantas membuatnya secara massal di rumah dan mengajarkan resep pembuatannya ke warga sekitar.

Saat ini Borondong Ibun diproduksi oleh Yeti yang merupakan generasi ketiga, dan terus dikembangkan jadi kudapan khas setempat.

Kerap jadi hidangan pesta

Selain sebagai camilan sehari-hari, Borondong Ibun juga kerap jadi hidangan pesta. Warga yang mempunyai hajat kerap memesannya dengan ukuran yang besar mirip bola, maupun berbentuk ikan.

Rasanya yang manis dan gurih sangat cocok dijadikan camilan yang disandingkan dengan teh hangat maupun kopi.

Borondong Ibun sendiri jadi salah satu camilan legendaris yang harus dicicipi saat berkunjung ke Bandung, Jawa Barat. 

Mencicipi Kue Pelite, Kudapan Favorit Bung Karno di Pengasingan Kota Muntok
Mencicipi Kue Pelite, Kudapan Favorit Bung Karno di Pengasingan Kota Muntok

Kue Pelite, makanan tradisional dari Kota Muntok yang disenangi oleh Bung Karno saat masa pengasingan di Bangka Belitung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Jajanan Legendaris Kerupuk Bangreng Khas Sumedang, Bungkusnya Unik
Mencicipi Jajanan Legendaris Kerupuk Bangreng Khas Sumedang, Bungkusnya Unik

Berbeda dari kerupuk pada umumnya, kerupuk khas Sumedang ini dibungkus dengan cara yang tak biasa.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Kue Manco Madiun, Kuliner Legendaris Dulu hanya Boleh Dimakan Bangsawan
Mencicipi Kue Manco Madiun, Kuliner Legendaris Dulu hanya Boleh Dimakan Bangsawan

Kue ini dulu jadi santapan raja dan para bangsawan Kerajaan Gelang-Gelang. Kini bisa dinikmati siapa saja.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mencicipi Jenang Grendul, Kudapan Pagi Khas Warga Sukoharjo yang Nikmat
Mencicipi Jenang Grendul, Kudapan Pagi Khas Warga Sukoharjo yang Nikmat

Makanan ini juga dikenal sebagai "tombone wong loro ben bagas ringas".

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Lezatnya Kue Basung, Jajanan Tradisional Khas Kota Padang
Mencicipi Lezatnya Kue Basung, Jajanan Tradisional Khas Kota Padang

Jajanan tradisional milik masyarakat Padang ini cukup populer.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Lontong Opor Pak Pangat, Kuliner Legendaris Khas Blora dengan Cita Rasa Pedas
Mencicipi Lontong Opor Pak Pangat, Kuliner Legendaris Khas Blora dengan Cita Rasa Pedas

Banyak pecinta kuliner yang rela datang dari luar kota hanya untuk mencicipi lontong opor ini.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Nasi Templek Sambal Cos, Kuliner Warga Pedalaman Bojonegoro Siasati Krisis Pangan Zaman Penjajah
Mencicipi Nasi Templek Sambal Cos, Kuliner Warga Pedalaman Bojonegoro Siasati Krisis Pangan Zaman Penjajah

Agar lauk yang ada cukup untuk seluruh anggota keluarga, emak-emak di Bojonegoro punya siasat khusus membuat nasi templek sambal cos.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Kue Mipan yang Langka di Jakarta, Ada Campuran Gula Merah dan Bawang Putih
Mencicipi Kue Mipan yang Langka di Jakarta, Ada Campuran Gula Merah dan Bawang Putih

Kue Mipan cocok disantap sebagai makanan penutup karena teksturnya yang kenyal, dengan rasa gurih dan manis yang lezat.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Lezatnya Pendap, Olahan Pepes Ikan yang Populer di Bengkulu
Mencicipi Lezatnya Pendap, Olahan Pepes Ikan yang Populer di Bengkulu

Pendap, sajian olahan pepes ikan penuh khasiat bagi tubuh khas Bengkulu.

Baca Selengkapnya icon-hand