Cerita Mantan Vokalis Band Ternama Bandung Buka Usaha Ramen, Nekat Modal Hanya Rp 200 Ribu Kini Sukses Punya Cabang

Usaha ini membuatnya punya banyak waktu bersama keluarga.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Cerita Mantan Vokalis Band Ternama Bandung Buka Usaha Ramen, Nekat Modal Hanya Rp 200 Ribu Kini Sukses Punya Cabang
Usaha ini membuatnya punya banyak waktu bersama keluarga. (© 2023 merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Membuka usaha ramen kini dipilih oleh salah seorang mantan vokalis band asal Bandung, Jawa Barat, Donny Supriyadi. Bukan hal mudah baginya untuk memulai hal baru ini. Dengan modal awal yang minim, ia beryakin untuk mengembangkan usahanya hingga kini sukses membuka cabang.

Donny menceritakan jika kini hanya ingin fokus menjadi pengusaha agar memiliki waktu yang banyak bersama keluarga.

Ia juga ingin dunia barunya bisa menenangkan dirinya, sehingga bisa dijalankan dengan maksimal.

Bersama brand Ramen Mastato miliknya, Donny kemudian menceritakan pengalaman saat membuka usaha kuliner di kota kembang. Berikut informasi selengkapnya.

Mengutip kanal YouTube Kisah Juragan, Kamis (30/11), Donny mengaku jika awal membuka usaha kuliner tidak langsung di varian ramen. Namun ia terlebih dahulu berjualan bakso pada paruh tahun 2013.

Modal yang dikeluarkan pun hanya minim yakni Rp200 ribu, dengan model penjualan dari pintu ke pintu sampai teman ke teman.

“Ini tuh awalnya iseng dan cuma punya produk bakso, jualannya dengan cara door to door. Jadi gak punya kedai dulu. Hanya ke yang kenal aja dijualnya, dengan modal paling Rp200 ribu dan nggak tau juga bakal seperti sekarang,” terangnya

Produk baksonya handmade
© 2023 merdeka.com

Sebelum fokus di kuliner ramen, Donny banyak mencoba untuk bekerja mulai dari di restoran cepat saji, lalu membuat usaha fashion dan menjual pakaian lewat distro.

Menurutnya, usaha-usaha tersebut tidak berjalan maksimal, hingga akhirnya ia menemukan jalan untuk fokus di kuliner bakso hingga ramen di Jalan Ternate, Kota Bandung.

“Jadi setelah kerja sama sama saudara itu coba bikin bakso hand made dan enak, akhirnya dikemas terus dijual dan laku,” terang mantan vokalis band metal/punk itu.

Donny mendapat pelajaran banyak saat membuka usaha ramen, yakni harus siap merugi dan jangan berharap untung terus. Ini karena banyak risiko yang akan dihadapi.

Kesiapan itu di antaranya harus bisa beradaptasi dengan kenaikan bahan produksi, harus siap saat jualan sepi serta harus konsisten menjaga kualitas.

“Ya kalau bisa mah jangan ngakalin lah, dan harus siap saat harga bahan naik, terus saat ada waktunya bahan baku tidak ada, ya tetap harus dicari, soalnya nanti kualitasnya menurun dan ditinggal konsumen, biarlah untungnya dikit, yang penting tetap jalan,” katanya

Waktu dengan keluarga adalah kunci semangat
© 2023 merdeka.com

Ia mengaku menikmati momen untuk fokus di kuliner, karena waktunya akan penuh bersama keluarga.

Sepengalamannya saat masih menjadi vokalis band, ia banyak meninggalkan keluarga karena jadwal manggung yang padat. Bahkan Donny kerap keluar kota untuk meramaikan festival musik.

“Saya memilih kuliner karena akan punya banyak waktu bersama keluarga. Kalau waktu sama band kan, tour, manggung, ngeband jadi terlalu banyak waktu yang terbuang lah. Dan kalau kuliner itu kalau untung ya gede banget, kalau rugi ya cukup,” katanya

Untuk saat ini ramen miliknya sudah memiliki cabang hingga ke Garut, Jawa Barat.

Cabang ini rupanya dikelola oleh sang anak, dengan pola manajemen yang lebih tertata.

"Untuk cabang ini idenya dari anak saya, dia bikin sistemnya dan timnya ada 5 orang, ada keuangan, promo marketing, produksi, ada pemasaran sama konten," katanya

Rekomendasi