Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kisah Rocker Legendaris Bandung Deddy Stanzah: Rock and Roll Sampai Akhir Hayat

Kisah Rocker Legendaris Bandung Deddy Stanzah: Rock and Roll Sampai Akhir Hayat

Jiwa rock and roll melekat kuat dalam dirinya

Kisah Rocker Legendaris Bandung Deddy Stanzah: Rock and Roll Sampai Akhir Hayat

Jiwa rock and roll melekat kuat dalam diri pemuda Bandung, Deddy Stanzah, pada era 1970-an. Di masanya, ia mampu menghipnotis remaja-remaja kota kembang dan sekitarnya lewat vokal yang parau dan cabikan bass kental di grup musik Superkid. Sejak itu, dirinya melejit sebagai rocker yang disegani sampai akhir hayat.

Deddy Stanzah memang dikenal sosok yang fenomenal. Jargon musisi harus lebih keren dari penonton Deddy gunakan betul, terutama di dandanannya yang bling-bling, penuh warna namun tetap garang.

Hits-hits macam “sepercik air”, “cemburu”, “station” sampai “paradox” cukup membuktikan bahwa dirinya mampu menembus zaman dan bersaing dengan musisi-musisi muda di kala itu. 

Sudah melekat dengan musik rock sejak remaja

Mengutip tulisan milik pengamat musik Indonesia, Denny Sakrie, sebenarnya rocker kelahiran Bandung, 14 April 1949 itu sudah aktif di musik rock sejak muda.

Di tahun 1960-an, ia sudah membentuk grup musik The Rollies yang ketika itu karib memainkan lagu-lagu dari musisi luar macam The Beatles, The Bee Gees, The Hollies, The Rolling Stones, Beach Boys dan lain-lain.

Deddy Stanzah kemudian mengawali karir sebagai pemain bass, bahkan lebih banyak mengisi vokal di lima album pertama mereka seperti The Rollies - The Rollies (1968), Halo Bandung (1969), Let's Start Again (1971), Bad News (1972), dan Sign Of Love (1973). Dua album pertama diketahui direkam di Singapura ketika itu.

Ketergantungan dengan narkoba

Ketergantungan dengan narkoba

Mulai melejitnya karir Deddy Stanzah di The Rollies justru membawanya ke lembah hitam. Ia mulai menggunakan narkotika hingga ketergantungan.

Merasa masa depan band harus diselamatkan, personel lain di band kemudian sepakat memecat Deddy. Setelahnya Deddy merasa frustasi dan kehilangan arah setelah terjerumus ke lembah hitam.

Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat, hingga akhirnya di tahun 1973 ia direkrut oleh grup musik tenar asal Jakarta, God Bless. Di sana, Deddy kembali ke posisinya sebagai pencabik bass dan menambah warna baru di band tersebut.

Dikenal sebagai “Mick Jagger”-nya Indonesia

Di grup musik progresif rock itu, Deddy hanya bertahan selama 4 bulan hingga akhirnya ia kembali keluar dari band dan memantapkan diri untuk bersolo karir.

Rupanya langkah beraninya ini tepat. Deddy lantas mulai menciptakan lagu dan membawakan lagu-lagu grup musik luar negeri, salah satunya The Rolling Stones.

Darah rock yang meledak-ledak membuat Deddy all out dari panggung ke panggung di akhir tahun 1970-an itu. Agar semakin populer, Deddy lantas menirukan gaya vokali The Rolling Stones, Mick Jagger yang lincah hingga ia dikenal sebagai “Mick Jagger” nya Indonesia.

Rela keluar uang asal band jalan

Rela keluar uang asal band jalan

Mengutip laman Facebook majalah musik era 1970-an, Aktuil, Deddy Stanzah sampai harus rela mengeluarkan banyak uang agar proyek musiknya bisa tetap jalan.

Salah satunya adalah ketika ia membentuk sebuah band bernama Silvertrain, di mana band ini tidak begitu sukses dan kerap dibayar murah.

Demi bisa manggung dan tour ke luar kota, ia bahkan harus menjual jam tangan mahal miliknya senilai Rp2 juta pada saat itu. Namun band ini tidak bertahan lama, dan Deddy kembali berpetualang.

Membara di Superkid

Di tahun 1976, Deddy Stanzah melegokan jangkarnya di sebuah band bergenre Heavy Rock dan Blues, Superkid. Di sana, ia bergabung bersama Deddy Dores sebagai gitaris dan Jelly Tobing sebagai drum.

Deddy Stanzah semakin membara di sini, dengan kembali ke format bass dan vokal menirukan gaya bernyanyi Mark Farner dari band rock Amerika Grand Funk Railroad, Jimmy Page – Led Zeppelin dan tentunya Mick Jagger ikonnya The Rolling Stones.

Kisah Rocker Legendaris Bandung Deddy Stanzah: Rock and Roll Sampai Akhir Hayat

Di sana, Deddy juga rutin merekam lagu-lagunya untuk album solo, dan manggung di banyak tempat.

Masih kecanduan obat-obatan

Di era 1980 an, Superkid merilis album terakhirnya yakni Gadis Bergelang Emas. Trio ini semakin menancapkan taringnya sebagai musik yang sedikit Heavy Metal dan juga Blues tentunya lewat lagu-lagu seperti “Gadis Bergelang Emas”,”Bosan” hingga “Station D”.

Cabikan bassnya makin terlihat kuat, dengan vokal khasnya yang berat, namun tetap harmonis. Deddy mampu mengimbangi musik Superkid yang mulai ngebut di album ini. 

Di medio 1990-an, Superkid selesai dan Deddy yang mulai masuk usia hampir setengah abad masih tetap konsisten di jalur rock.

Dari sini, Deddy masih belum bisa menghilangkan kebiasaannya mengkonsumsi narkoba sampai akhir hayatnya di tahun 2001.

Rock and Roll sampai akhir hayat

Rock and Roll sampai akhir hayat

Di akhir 1990-an, Deddy masih aktif membuat musik hingga album terakhirnya rilis di 2000. Album yang diberi nama “Paradox” ini masih kental dengan nuansa Blues dan Rock and Roll kental.

Mengutip kanal YouTube Ngobryls: Jimi X Malau, album itu masih menggambarkan sosok Deddy Stanzah yang belum bisa lepas dari jurang kelam narkoba dan minuman keras.

Ini terlihat dari petikan lirik lagu pertama di album tersebut yakni “aku suka mabuk-mabukan, otakku sering keracunan, badanku sering gemetaran dan permisi ikut ke belakang”.

Album Paradox sendiri diketahui merupakan album terakhir dari Deddy Stanzah yang rilis beberapa bulan sebelum dirinya meninggal dunia akibat penyakit komplikasi.

Pernikahan Sang Rocker Legendaris, Ahmad Albar, dengan Dewi Sri Astuti: Kisah Cinta yang Bertahan Meski Terpaut Usia
Pernikahan Sang Rocker Legendaris, Ahmad Albar, dengan Dewi Sri Astuti: Kisah Cinta yang Bertahan Meski Terpaut Usia

Potret momen mesra Ahmad Albar dengan Dewi Sri Astuti. Yuk simak!

Baca Selengkapnya icon-hand
Lika-liku Grup Rock Asal Bandung Pas Band, dari Ditolak Banyak Label hingga Dipuji Band Top Dunia
Lika-liku Grup Rock Asal Bandung Pas Band, dari Ditolak Banyak Label hingga Dipuji Band Top Dunia

Pas Band jadi salah satu grup rock kebanggaan Bandung yang pernah dipuji band dunia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Potret Tomoya One OK Rock Kunjungi Masjid Istiqlal, Bilang Mirip Kampung Halaman
Potret Tomoya One OK Rock Kunjungi Masjid Istiqlal, Bilang Mirip Kampung Halaman

Memanfaatkan waktu luang di sela-sela jadwal konser, drummer One Ok Rock, Tomoya Kanki tampak mengunjungi Masjid Istiqlal.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Seru dan Gembira, Ini Momen Band Legendaris Indonesia pada Acara Malam Puncak HUT Kota Medan
Seru dan Gembira, Ini Momen Band Legendaris Indonesia pada Acara Malam Puncak HUT Kota Medan

Keseruan band Godbless dan musisi ternama Ipang Lazuardi dalam acara HUT Kota Medan ke-433.

Baca Selengkapnya icon-hand
Awalnya Gak Ridho, Beginilah Awal Mulanya Nama Nicky Astria di Dunia Musik Rock
Awalnya Gak Ridho, Beginilah Awal Mulanya Nama Nicky Astria di Dunia Musik Rock

Nicky Astria dikenal sebagai salah satu 'lady rocker' Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tongkrongan Legendaris Anak 90-an di Jakarta
Tongkrongan Legendaris Anak 90-an di Jakarta

Semua tahu, sejak dulu Jakarta gudangnya tempat nongkrong. Buat anak 90'an, tempat nongkrong ini hits. Meski seiring perkembangan zaman, mulai hilang.

Baca Selengkapnya icon-hand
Reaksi Santai Rocky Gerung Usai Kasus Penyebaran Berita Bohong Naik Penyidikan
Reaksi Santai Rocky Gerung Usai Kasus Penyebaran Berita Bohong Naik Penyidikan

Bareskrim Polri menaikkan kasus penyebaran berita bohong alias hoaks yang menjerat Rocky Gerung ke tahap penyidikan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Singkat, Padat dan Jelas, Ini Penjelasan Hukum dari Iptu Benny Soal Kasus Rocky Gerung
Singkat, Padat dan Jelas, Ini Penjelasan Hukum dari Iptu Benny Soal Kasus Rocky Gerung

Penjelasan mengenai kasus Rocky Gerung yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kisah Hidup Artis Legendaris Titien Sumarni Sang 'Ratu Layar Perak', dari Kondang hingga Meninggal Tragis
Kisah Hidup Artis Legendaris Titien Sumarni Sang 'Ratu Layar Perak', dari Kondang hingga Meninggal Tragis

Artis legendaris yang mendapat julukan 'Ratu Layar Perak' ini meninggal tragis di usia 33 tahun.

Baca Selengkapnya icon-hand