50.000 Wisatawan Padati Garut, Satu Orang Hilang Terseret Arus di Pantai Selatan
Setidaknya ada tiga destinasi wisata yang banyak didatangi, yaitu Cipanas, Darajat, dan kawasan Pantai Selatan.
Puluhan ribu wisatawan yang berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat memadati beberapa tempat wisata favorit di Garut. Setidaknya ada tiga destinasi wisata yang banyak didatangi, yaitu Cipanas, Darajat, dan kawasan Pantai Selatan.
Kapolres Garut, AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan, dalam sehari diperkirakan lebih dari 50 ribu wisatawan yang mendatangi sejumlah tempat wisata.
“Wisatawannya ada yang lokal, ada juga yang regional,” katanya, Rabu (2/4).
Fajar menyatakan dari puluhan ribu wisatawan yang datang ke Garut, hingga saat ini pihaknya menerima satu laporan adanya kejadian di kawasan pantai selatan Garut.
“Ada satu orang wisatawan yang dinyatakan hilang dan hingga saat ini masih dalam pencarian,” ucapnya.
Terkait kejadian tersebut, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip mengatakan korban yang hingga saat ini dalam pencarian bernama Muhamad Ridwan (11).
“Korban dinyatakan hilang terseret arus di sekitar Curugan Pantai Sayang Heulang, Desa Mancagahar. Saat itu korban yang sedang bersama dua temannya terpeleset ke area palung laut dan terseret arus hingga tenggelam,” kata Adip.
Pihaknya yang menerima laporan tersebut langsung menerjunkan satu Tim Rescue untuk melaksanakan pencarian.
“Tim yang diterjunkan dari Pos SAR Tasikmalaya,” pungkasnya.
Padat Sejak Subuh
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, wisatawan regional yang mengarah ke Garut mulai berangkat sejak pukul 05.00. Untuk wisatawan lokal, mulai bergerak sekitar pukul 08.00 menuju tempat wisata.
Kondisi itu, kata kata Fajar, sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas Kadungora-Leles dan juga Bayongbong-Cisurupan di saat pagi hari. Di siang harinya, arus lalu lintas cenderung normal karena mayoritas diantara mereka masih beraktivitas di tempat wisata.
Fajar menyampaikan, tempat wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah Cipanas, Darajat, dan kawasan pantai selatan Garut seperti Sayang Helang dan Santolo. Sejumlah tempat wisata lainnya pun banyak dikunjungi, namun tidak seramai tiga tempat tersebut.
“Kepadatan arus lalu lintas kembali terjadi saat mereka pulang, mulai sore hari hingga malam hari. Karena kebanyakan memang wisatawan ini tidak menginap, memilih pulang pergi, jadinya padat ketika pagi dan sore ke malam hari,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan, sejumlah jalur mulai Cisurupan-Bayongbong, Tarogong-Leles, dan Leles-Kadungora mengalami kepadatan arus lalu lintas sejak sore hari. Kepadatan pun masih terus terjadi, khususnya di jalur Tarogong-Leles dan Leles-Kadungora hingga malam hari.
Kepadatan kian menjadi karena adanya pengalihan arus kendaraan dari wilayah Tasikmalaya jalur Selatan Jawa menuju Singaparna-Garut. Hal tersebut terlihat dari banyaknya bus jurusan Tasikmalaya-Jakarta yang melintasi wilayah perkotaan Garut.
Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur tersebut, pihak kepolisian melakukan beberapa kali buka tutup jalur. Jalur yang ditutup di sore hari adalah yang mengarah ke Garut dan membuka jalur menuju Bandung.
Pantauan di lapangan, kendaraan yang mendominasi berplat luar kota, mulai Bandung, Jakarta, Subang, dan lainnya. Dan kendaraan roda empat pun lebih banyak nampak dibanding kendaraan bermotor roda dua.