Warga ASEAN Banjiri Pesanan Makanan bagi Pengemudi Ojek Online
Bagaimana awal mula aksi solidaritas ini? Mari kita simak kisahnya di bawah ini.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di Indonesia dalam beberapa hari terakhir telah menarik perhatian global dan memicu solidaritas dari pengguna media sosial di negara-negara ASEAN. Mereka menunjukkan dukungan nyata kepada pengemudi ojek online (ojol) di tanah air.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Liputan6.com, akun media sosial X @sighyam diduga menjadi penggagas gerakan solidaritas ini. "Guys, aku baru tahu kalau kita bisa mendukung driver Grab di Indonesia yang masih bekerja di jalan, soalnya Grab memungkinkan kita melakukan pengantaran di negara-negara Asia Tenggara lain??," tulisnya pada Sabtu (30/8).
Dia juga membagikan cara untuk memberikan dukungan dan mengingatkan agar tidak memesan makanan yang mengandung babi atau alkohol. "Pilih makanan dan minuman yang mudah dibagikan. Sebelum menekan tombol pesan, Anda perlu memberikan instruksi ini. 'Tolong bagikan makanannya ke driver-driver di jalan'," tambahnya.
Yammi, pemilik akun tersebut yang mengaku sebagai PR ASEAN, juga mengajak warganet untuk berkontribusi melalui donasi medis. Unggahan Yammi langsung mendapatkan banyak respons positif. "Terima kasih untuk Yammi, saya memesan dari pengemudi di Bandung, saya harap ini dapat sedikit banyak membantu mereka. ASEAN UNITE," tulis akun X @NoobyPola dari Thailand pada Senin (1/9).
Akun X @farissazhan dari Malaysia juga menyampaikan, "Setidaknya ini yang bisa saya bantu, buat teman-teman di Indonesia," dan membagikan tangkapan layar sebagai bukti pesanannya untuk pengemudi.
Dari Malaysia, pemilik akun X @smin_nr menulis, "Aku sudah sampai batas kemampuanku untuk membantu, tapi dari lubuk hati yang paling dalam aku tetap berharap ini bisa sedikit meringankan bebanmu. Makanlah dengan baik dan tetaplah kuat, teman-temanku di Indonesia. Kirim cinta dari Malaysia," sambil menunjukkan bukti pesan makanan dalam jumlah banyak untuk dibagikan.
Dari Filipina, akun X @hyaselyse juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Yammi. "Pesan makanan dan minuman untuk Pontianak sejak mendengar nantinya akan ada demonstrasi di sana. Terima kasih Yammi," tulisnya pada Senin. Dalam unggahan terpisah, Yammi menyatakan bahwa dukungan tidak hanya datang dari netizen di negara ASEAN, tetapi juga dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Korea Selatan, dan bahkan Brasil.
Demonstrasi yang dimulai pada Senin (25/8) ini menyuarakan kritik terhadap tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta yang diterima oleh setiap anggota DPR. Namun, aksi solidaritas terhadap pengemudi ojek online ini muncul setelah tragedi kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun yang tewas dilindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob pada Kamis (28/8) di tengah unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, saat dia sedang dalam perjalanan mengantar makanan.