Usai Darurat Militer Dicabut, Menteri Kabinet Korea Selatan Ramai-Ramai Ajukan Pengunduran Diri
Presiden Korsel Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer tadi malam tapi kemudian segera dibatalkan setelah anggota parlemen menolak.
Para menteri kabinet Korea Selatan ramai-ramai menyatakan niat untuk mengundurkan diri kepada perdana menteri. Demikian laporan surat kabar Chosun Ilbo pada Rabu, (4/12).
Laporan ini muncul setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan deklarasi darurat militer yang kemudian ditarik kembali setelah 190 dari 300 anggota parlemen menolaknya dan menuntut Presiden Yoon untuk mencabutnya.
Deklarasi yang dikeluarkan Presiden Yoon menimbulkan kekacauan politik di negara tersebut. Ini adalah kali pertama sejak terakhir kali diumumkannya darurat militer pada 1980.
Dilansir laman The Strait Times, Rabu (4/12), kelompok oposisi dan warga sipil menggelar aksi protes menuntut pencabutan dekrit dan pengunduran diri Presiden Yoon. Sementara itu, pasar uang mengalami penurunan secara mendadak hampir 2% hanya dalam semalam.
Pemecatan Yoon dari partainya
Sementara itu, Perdana Menteri Han Duck Soo dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan Partai Kekuatan Rakyat yang menaungi Presiden Yoon Suk Yeol.
Pemimpin Partai tersebut, Han Dong Hoon menyerukan agar Menteri Pertahanan Kim Yong Hyun dipecat dan seluruh kabinet dari partai tersebut mengundurkan diri.
Kim Yong Hyun dilaporkan mengusulkan deklarasi darurat militer kepada Presiden Yoon.
Han, pimpinan partai tersebut mengatakan kepada wartawan ia juga menyarankan agar Yoon dikeluarkan dari partai, tetapi anggota parlemen partai itu memiliki berbagai pandangan.
Kepala staf dan sekretaris senior Yoon telah lebih dulu mengajukan pengunduran diri secara massal.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti