Gara-Gara Pilot Foto Kenang-kenangan, 2 Jet Tempur Korea Selatan Tabrakan di Udara
Kerugian finansial yang disebabkan oleh kecelakaan antara dua pesawat tempur ini diperkirakan mencapai ratusan ribu dolar AS.
Dua pesawat tempur F-15K milik Angkatan Udara Korea Selatan mengalami tabrakan di udara saat menjalani latihan pada Desember 2021. Meskipun pesawat mengalami kerusakan, kedua awak pesawat berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat.
Pada 22 April 2026, pemerintah Korea Selatan mengumumkan penyebab dari kecelakaan tersebut. Menurut laporan dari Dewan Audit dan Inspeksi, insiden ini terjadi karena salah satu pilot sedang mengambil foto dengan ponselnya, sementara seorang awak di pesawat lainnya merekam video.
Salah satu pilot diketahui sedang menjalani penerbangan terakhirnya dengan unit tersebut. Mengutip laporan NY Times, sebelum misi dimulai, ia telah memberitahu rekan-rekannya bahwa ia ingin mengambil foto sebagai kenang-kenangan.
Ambil Foto dan Video lalu 2 Jet Terlibat Tabrakan
Setelah misi selesai dan kedua pesawat dalam perjalanan kembali, pilot yang berperan sebagai wingman mulai mengambil foto menggunakan ponsel pribadinya. Pilot utama kemudian menawarkan untuk membantu mengambil foto.
Wingman itu kemudian meminta seorang awak di pesawat utama untuk merekam video. Untuk mendapatkan hasil video yang lebih baik, wingman secara tiba-tiba melakukan manuver dengan menaikkan pesawatnya tajam ke atas, lalu membalikkan posisi pesawat.
Manuver ini membuat jarak antara kedua pesawat menjadi sangat dekat. Kedua pilot segera berusaha menghindari tabrakan; pilot utama menurunkan pesawatnya secara tajam, sementara wingman menaikkan pesawatnya hampir tegak lurus ke atas.
Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Sayap kiri pesawat pilot utama menyentuh bagian ekor pesawat wingman, tepatnya stabilator. Meskipun laporan tidak menyebutkan lokasi kejadian secara spesifik, media lokal melaporkan bahwa unit tersebut berbasis di Daegu, Korea Selatan.
Dituntut Menanggung Seluruh Biaya, Pilot Menolak
Kerusakan akibat insiden ini diperkirakan menelan biaya perbaikan hampir USD 600.000. Awalnya, angkatan udara menuntut wingman untuk menanggung seluruh biaya tersebut. Namun, ia menolak dan pada tahun 2023 mengajukan keberatan kepada dewan audit.
Dewan audit, yang tidak mengungkapkan identitas kedua pilot, memutuskan bahwa wingman—yang kini telah keluar dari militer—hanya perlu membayar sepersepuluh dari total biaya. Laporan juga tidak menjelaskan apakah pilot lainnya dikenakan sanksi.
Selain itu, dewan menyatakan bahwa angkatan udara juga bertanggung jawab karena tidak memiliki aturan yang jelas mengenai penggunaan kamera oleh pilot selama penerbangan.
"Mereka yang terlibat dalam kasus ini menyatakan bahwa ini bukan satu-satunya penerbangan di mana foto diambil," demikian isi laporan tersebut.