Trump Usir Pengemis dari Ibu Kota AS
Trump menyatakan bahwa ia akan berupaya untuk menjadikan Washington lebih aman dan menarik.
Pada Minggu (10/8), Presiden Donald Trump menyatakan bahwa para tunawisma perlu dipindahkan dari Washington.
Pernyataan ini muncul setelah beberapa hari sebelumnya ia mempertimbangkan untuk mengambil alih pengelolaan ibu kota Amerika Serikat (AS) tersebut.
Trump mengumumkan akan mengadakan konferensi pers pada Senin (10/8) untuk menjelaskan rencananya mengenai Washington, yang saat ini dikelola oleh pemerintah lokal yang dipilih dan berada di bawah pengawasan Kongres.
Ia telah mengancam akan mengalihkan pengelolaan kota ini ke tangan pemerintah federal, dengan Gedung Putih sebagai pengelola utama.
"Saya akan membuat ibu kota kita lebih aman dan lebih indah daripada sebelumnya," tulis Trump di platform Truth Social pada Minggu.
Ia menegaskan, "Para tunawisma harus pergi, SEKARANG JUGA. Kami akan memberi kalian tempat tinggal, namun JAUH dari ibu kota," sambungnya.
Ia juga menambahkan bahwa para penjahat di kota itu akan segera dipenjara, dan menekankan, "Semua ini akan terjadi sangat cepat."
Menurut data pemerintah tahun lalu, Washington menempati urutan ke-15 dalam daftar kota besar AS dengan jumlah gelandangan terbanyak.
Meskipun ribuan orang terpaksa tidur di jalanan atau tempat penampungan, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi.
Trump melakukan kesalahan
Pada awal pekan ini, Trump mengeluarkan ancaman untuk mengerahkan Garda Nasional sebagai bagian dari upaya tegas terhadap apa yang dia sebut --- dengan cara yang keliru --- peningkatan angka kejahatan di Washington.
Namun, data kepolisian menunjukkan bahwa kejahatan kekerasan di ibu kota justru mengalami penurunan sebesar 26 persen pada paruh pertama tahun 2025 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Kementerian Kehakiman yang dipublikasikan sebelum Trump menjabat sebagai presiden, tingkat kejahatan di kota tersebut pada tahun 2024 tercatat sebagai yang terendah dalam tiga dekade terakhir.
Wali Kota Washington, Muriel Bowser, menyatakan, "Kami tidak sedang mengalami lonjakan kejahatan," dalam sebuah wawancara di MSNBC pada hari Minggu.
Meskipun wali kota dari Partai Demokrat tersebut tidak secara langsung mengkritik Trump, dia menekankan bahwa "Perbandingan apa pun dengan negara yang dilanda perang adalah hiperbolis dan salah."
Ancaman Trump untuk mengirimkan Garda Nasional muncul beberapa minggu setelah dia mengerahkan pasukan cadangan militer California ke Los Angeles, dengan tujuan meredakan protes terkait penggerebekan imigrasi, meskipun langkah tersebut ditentang oleh para pemimpin dan aparat penegak hukum setempat.
Trump sering kali mengusulkan ide penggunaan militer untuk mengendalikan kota-kota di AS, banyak di antaranya dikuasai oleh Partai Demokrat, yang menolak pandangan nasionalisnya.
Tindakan ini mencerminkan ketegangan yang terus meningkat antara pemerintah federal dan pemerintah daerah, terutama dalam konteks kebijakan imigrasi dan keamanan.
Sementara itu, kritik dari para pemimpin lokal menunjukkan bahwa pendekatan Trump mungkin tidak selalu diterima dengan baik di tingkat lokal.