Fakta Unik: Mengapa Trump Ingin Ganti Nama Pentagon? Intip Kebijakan Pertahanan AS yang Kontroversial
Presiden Donald Trump menegaskan Kebijakan Pertahanan AS yang agresif terhadap penyerang. Ia juga ingin mengembalikan nama Pentagon menjadi 'Departemen Perang'. Apa alasannya?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas pada peringatan serangan teroris 11 September 2001. Ia menegaskan komitmen AS untuk memburu dan menghancurkan pihak mana pun yang berani menyerang negaranya. Pernyataan ini disampaikan dalam upacara khusus yang mengenang tragedi tersebut.
Dalam pidatonya, Trump menekankan bahwa Amerika Serikat akan merespons dengan kekuatan penuh. Ini adalah bagian dari Kebijakan Pertahanan AS yang agresif untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Ia menyampaikan pesan yang jelas kepada seluruh dunia.
Tidak hanya retorika, Trump juga mengambil langkah konkret terkait struktur pertahanan negara. Ia menandatangani perintah eksekutif untuk mengembalikan nama Departemen Pertahanan menjadi "Departemen Perang" sebagai sebutan sekunder. Langkah ini memicu diskusi luas mengenai arah Kebijakan Pertahanan AS di masa depan.
Retorika Keras Trump terhadap Penyerang Amerika
Pada peringatan 18 tahun serangan 11 September, Presiden Trump menyampaikan pesan yang tidak ambigu. "Jika kalian menyerang Amerika Serikat, kami akan memburu dan menemukan kalian," tegasnya. Ia menambahkan, "Kami akan menghancurkan tanpa ampun, dan kami akan menang tanpa keraguan."
Pernyataan ini mencerminkan sikap tanpa kompromi dalam Kebijakan Pertahanan AS. Trump mengingatkan kembali kemenangan AS dalam Perang Dunia Pertama dan Kedua. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat selalu meraih kemenangan dalam setiap konflik besar.
Retorika ini bertujuan untuk mengirimkan sinyal kuat kepada potensi ancaman global. Pesan ini menekankan kesiapan militer AS untuk bertindak. Ini juga menunjukkan tekad pemerintah dalam menjaga keamanan warganya dari serangan teroris atau ancaman lainnya sesuai dengan Kebijakan Pertahanan AS yang baru.
Mengembalikan 'Departemen Perang': Sejarah dan Kontroversi Kebijakan Pertahanan AS
Selain pernyataan keras, Trump juga merujuk pada kebijakan untuk mengembalikan nama Departemen Pertahanan (Pentagon) ke sebutan lamanya. "Sekarang kita kembalikan ke nama ketika kita semua menang," ujarnya. Langkah ini menunjukkan keinginan untuk mengembalikan citra kekuatan militer AS dalam kerangka Kebijakan Pertahanan AS.
Pada hari Jumat, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama Departemen Pertahanan dengan "Departemen Perang" sebagai sebutan sekunder. Demikian pula, Menteri Pertahanan Pete Hegseth kini juga memiliki gelar sekunder "Menteri Perang." Ini adalah langkah simbolis yang signifikan dalam evolusi Kebijakan Pertahanan AS.
Secara historis, Departemen Perang beroperasi sejak 1789 hingga 1947. Kemudian, ia direorganisasi melalui Undang-Undang Keamanan Nasional dan secara resmi menjadi Departemen Pertahanan pada 1949. Perubahan nama ini adalah bagian dari upaya restrukturisasi pasca-Perang Dunia II.
Meskipun Trump telah memerintahkan penggunaan nama lama pada papan nama, situs web, dan atribut lain, perubahan nama secara resmi tetap membutuhkan persetujuan Kongres. Trump menyatakan yakin Kongres, di mana Partai Republik menguasai mayoritas di kedua kamar, akan mendukung ide tersebut. Ini menunjukkan optimisme Trump terhadap dukungan legislatif untuk Kebijakan Pertahanan AS ini.
Sumber: AntaraNews