Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengembalikan nama lama Departemen Perang sebagai pengganti Departemen Pertahanan.
Langkah ini dianggap sebagai usaha untuk mengembalikan 'etos prajurit' di dalam tubuh militer AS, sebagaimana yang dilaporkan oleh USA Today pada hari Minggu (7/9).
Perintah tersebut menetapkan bahwa Departemen Perang akan menjadi nama sekunder, yang memungkinkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk menggunakan istilah Departemen Perang, Menteri Perang, atau Wakil Menteri Perang dalam komunikasi resmi pemerintah.
Namun, untuk menjadikan perubahan nama ini permanen, persetujuan dari Kongres tetap diperlukan.
"Kita memenangkan Perang Dunia Pertama, kita memenangkan Perang Dunia Kedua, kita memenangkan segalanya sebelum itu," kata Trump dalam sebuah acara di Ruang Oval.
"Lalu kita menjadi woke dan menggantinya menjadi Departemen Pertahanan. Sekarang, kita akan kembali menjadi Departemen Perang."
Menurut Trump, nama baru ini lebih sesuai dengan kondisi global saat ini, di mana ia berpendapat bahwa perdamaian yang dinikmati AS saat ini berkat kekuatan militernya.
"Saya pikir ini nama yang lebih tepat. Kita punya militer terkuat di dunia, dan itulah yang menjaga perdamaian," ujarnya.
Segera setelah perintah ditandatangani, situs resmi Pentagon juga dialihkan ke domain war.gov, dan Hegseth memperbarui profil media sosialnya dengan mengunggah video yang menunjukkan penggantian plakat ;Menteri Pertahanan' dengan 'Menteri Perang'.
Dalam pidatonya, Hegseth menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar perubahan nama belaka. "Ini tentang pemulihan. Kata-kata itu penting. Kita memulihkan etos pejuang, memulihkan kemenangan sebagai tujuan akhir, dan kejelasan dalam penggunaan kekuatan," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Departemen Perang akan lebih fokus pada pencapaian kemenangan, bukan sekadar bertahan. "Departemen ini akan bertempur untuk menang, bukan untuk tidak kalah. Kita akan menyerang, bukan hanya bertahan. Mematikan secara maksimal, bukan sekadar prosedural," tegasnya.
Meskipun demikian, pemerintahan Trump belum memberikan rincian mengenai biaya yang diperlukan untuk mengganti semua referensi Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang di seluruh birokrasi federal.
"Kita tahu cara mengubah citra tanpa harus berlebihan. Ini tidak akan menjadi perubahan yang paling mahal," kata Trump