Tak Ada Penerapan Jam Malam Secara Nasional Untuk Siswa di Finlandia, Hanya Berlaku di Satu Kota Ini
Penerapan jam malam pernah diberlakukan di kota Laitila sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan anak dan waktu keluarga.
Finlandia dikenal dengan sistem pendidikannya yang berkualitas tinggi dan pendekatan yang unik terhadap kesejahteraan siswa. Kebijakan pendidikan di Finlandia lebih menekankan pada keseimbangan antara waktu belajar dan waktu luang, memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengatur waktu mereka di luar sekolah.
Negara ini juga tidak pernah memberlakukan penerapan jam malam secara nasional bagi siswa. Namun, ada satu kasus menarik yang terjadi di kota kecil Laitila, Finlandia bagian barat daya, pada tahun 2019. Dewan kota mengeluarkan rekomendasi terkait jam malam, bukan sebagai aturan yang mengikat, melainkan sebagai imbauan kepada orang tua.
Ketika diberlakukan, kebijakan ini juga cukup kontroversial. Dewan Laitila menyatakan jam malam tersebut mendapat dukungan luas di kota berpenduduk sekitar 8.000 orang tersebut, dan dibahas dalam diskusi publik selama berbulan-bulan, demikian laporan penyiar publik Yle, dikutip dari BBC, Senin (2/6).
Pejabat kota merekomendasikan agar anak-anak berusia 7-13 tahun harus pulang paling lambat pukul 19.30 pada malam sekolah, dan murid sekolah yang lebih tua tidak boleh keluar lebih dari pukul 21.00. Anak-anak muda mendapat waktu istirahat di akhir pekan, ketika kedua kelompok usia tersebut, yang berjumlah sekitar 900 siswa, dapat berkeliaran di jalan-jalan hingga masing-masing pukul 20.30 dan 23.00.
Tujuan utama dari rekomendasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya kesejahteraan anak dan mempererat hubungan keluarga. Diharapkan dengan adanya imbauan ini, orang tua lebih memperhatikan waktu istirahat dan aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.
Hanya Rekomendasi
Kepala bidang pendidikan Laitila, Tuomas Kankaanpää, mengatakan jam malam itu "tidak resmi", dan bergantung pada kerja sama warga kota. Dewan kota, lanjutnya, "hanya dapat mengeluarkan rekomendasi", karena undang-undang tidak mengatur jam malam yang dapat diberlakukan.
Kankaanpää menjelaskan, tujuan rekomendasi ini adalah agar para orang tua memahami pentingnya menjaga kesehatan anak-anak mereka dan bisa berkumpul pada malam hari bersama keluarga.
Dorongan untuk memberlakukan jam malam datang dari Kelompok Kesejahteraan Anak dan Pemuda Laitila, yang meliputi dewan, sekolah, polisi, dan perwakilan klub pemuda, serta siswa sendiri, dan menjajaki pendapat orang tua dan wali dalam survei daring.
Namun, tidak semua orang Finlandia yakin dengan jam malam tersebut.
Pipsa Kaikkonen, anggota Dewan Pemuda di kota Porvoo, mengatakan kebijakan jam malam ini melanggar hak dan kebebasan anak muda.
"Mungkin maksudnya baik, tetapi saya merasa banyak anak muda akan menganggapnya membatasi dan setidaknya melanggar hak dan kebebasan mereka".