Sepatu Bocah dari Kulit Ini Masih Utuh Walaupun Usianya 2.000 Tahun, Ilmuwan Ungkap Rahasianya
Sepatu bocah ini ditemukan di tambang garam kuno Zaman Besi di Austria.
Sepatu Bocah dari Kulit Ini Masih Utuh Walaupun Usianya 2.000 Tahun, Ilmuwan Ungkap Rahasianya
Sepatu Bocah dari Kulit Ini Masih Utuh Walaupun Usianya 2.000 Tahun, Ilmuwan Ungkap Rahasianya
Arkeolog Jerman menemukan sepatu berusia 2.000 tahun dan yang menakjubkan kondisinya masih utuh. Sepatu anak-anak ini ditemukan di tambang garam di Durnnberg, Austria.
Sumber: Ancient Origins
Ini bukan pertama kalinya sepatu bocah ditemukan, yang berasal dari Zaman Besi. Durrnbeg merupakan tambang garam batu kuno yang sangat penting, yang berasal dari Zaman Besi.
Foto: Klaus Stange
Sepatu bocah ini ditemukan saat penggalian di terowongan Georgenberg, yang dipimpin kepala penelitian wilayah, Profesor Dr Thomas Stoellner.
Foto: Deutsches Bergbau-Museum Bochum
Mengapa Masih Utuh?
Sepatu ini berukuran 30 untuk ukuran-anak-anak. Kondisinya masih utuh karena tertimbun garam. Garam memiliki kemampuan higroskopi yaitu mampu menyerap molekul air, sehingga ketika air bertemu dengan kulit, garap akan menyerap kelembaban pada kulit tersebut dan mengeringkannya secara efektif.
Sumber: Ancient Origins
Stoellner mengatakan, material organik biasanya membusuk seiring waktu, tapi sepatu bocah ini kondisinya sangat "menakjubkan".
Ini bukan pertama kali sepatu ditemukan di tambang garam Durrnberg. Semua sepatu kuno yang ditemukan di area ini juga dalam kondisi masih utuh, disebabkan kondisi lingkungan yang unik yang mencegah bahan organik seperti kulit terurai dan membusuk.
Sumber: Ancient Origins
Tim juga menemukan sisa-sisa kain atau tekstil. Selain itu, ditemukan juga kulit dari bekas tudung kepala dan tali pengikat yang terbuat dari rami atau linen. Benda-benda ini kemungkinan besar dibuat dan dipakai pada abad kedua SM.
Foto: Deutsches Bergbau-Museum Bochum
Benda organik lainnya yang ditemukan di dekat sepatu bocah yaitu gagang sekop dari kayu.
Foto: Deutsches Bergbau-Museum Bochum
Menurut Profesor Thomas Stoellner, temuan-temuan ini memberikan para arkeolog pencerahan terhadap kehidupan sehari-hari para penambang di Zaman Besi kuno.
Sepatu bocah yang masih utuh ini juga memberikan informasi kepada para ilmuwan terkait footwear fashion dan model atau gaya yang disukai masyarakat pada masa itu.
Sumber: Ancient Origins
Penggalian di tambang garam tersebut juga terus berlanjut. Targetnya, seluruh situs kuno itu akan dibuka agar peneliti semakin memahami karya dan gaya hidup para penambang Zaman Besi. Arkeolog juga ingin memastikan berapa luas area pertambangan Durrnberg, untuk mengetahui seberapa besar garam yang diekstraksi selama Zaman Besi.
Sumber: Ancient Origins