Senjata Ninja Jepang dari Abad ke-15 Ditemukan, Begini Bentuk dan Fungsinya
Berbagai jenis senjata ninja ditemukan di Jepang. Senjata-senjata ini memiliki fungsi yang berbeda.
Senjata Ninja Jepang dari Abad ke-15 Ditemukan, Begini Bentuk dan Fungsinya
Pada tahun 1990 hingga 2000 batu-batu pipih dengan sudut runcing ditemukan di Kastil Iwatsuki dan markas administrasi Owada jin’ya di Saitama, Jepang. Artefak kuno ini ditemukan di reruntuhan bangunan yang memiliki keterkaitan dengan Pengepungan Odawara pada tahun 1590 yang dijalankan oleh panglima perang Toyotomi Hideyoshi sebagai prototipe senjata ninja.
Sumber: Arkeonews
Batu kuno yang ditemukan di Kastil Uwatsuki memiliki bentuk heksagonal berukuran diameter 4,8 cm dengan tebal 1 cm. Sedangkan 17 batu yang ditemukan di Owada jin’ya berukuran 8 cm hingga 14 cm dengan tebal 1,5 cm hingga 3 cm. Setelah diperiksa kembali, artefak-artefak ini berasal dari akhir era negara-negara berperang sekitar akhir abad ke-15 hingga akhir abad ke-16.
Sumber: Arkeonews
Akihiro Iwata, arkeolog dan kurator di Museum Sejarah Ranzan Perfektur Saitama mengatakan batu pipih dan bola tanah liat ini mungkin merupakan cikal bakal bintang lempar “shuriken” dan xaltrop “makibishi” yang kemudian menjadi gudang senjata ninja.
Foto: Saitama Prefectural Ranzan Historical Museum
Istilah "shuriken" sebenarnya mencakup banyak senjata lempar yang digunakan oleh Ninja. Ninja yang terampil akan menggunakan shuriken sebagai pengalih perhatian atau serangan sekunder, bukan sebagai alat untuk membunuh atau melumpuhkan musuh mereka.
Foto: Wikipedia
Caltrop disebut sebagai Makibishi dalam bahasa Jepang. Senjata (igadama) adalah benda berduri tajam yang digunakan untuk memperlambat pengejar dan mempertahankan benteng samurai di Jepang pada abad pertengahan. Penggunaan makibishi sama seperti shuriken yaitu dilempar.
Foto: Wikipedia
Batu-batu ini berasal dari masa pengepungan Odawara yang memaksa klan saingannya yaitu Hojo untuk bersembunyi di Kastil Iwatsuki sebelum jatuh. Owada jin’ya yang terletak sekitar 6,5 km, diyakini sebagai kastil cadangannya. Saat ini batu-batu kuno tersebut disimpan di Museum Sejarah Kota Hacioji, Jepang.
Sumber: Arkeonews
Sebelumnya, penemuan senjata ninja juga telah ditemukan pada tahun 1960 di reruntuhan Kastil Hachioji. Temuan ini meliputi empat bola tanah liat tanpa glasir berukuran diameter kurang lebih 1 cm hingga 3 cm dengan tonjolan berbentuk paku, salah satunya mengarah ke atas.
Foto: Saitama Prefectural Ranzan Historical Museum
Dia menambahkan, bentuk alat primitif ini menunjukan alat tersebut mungkin merupakan prototipe shuriken dan senjata lain yang digunakan oleh agen rahasia di era feodal.
Yuji Yamada, ahli ninja dan profesor di Fakultas Humaniora Universitas Mie, menggambarkan artefak tersebut sebagai “penemuan terobosan.”
“Batu lempar datar bisa saja berkembang menjadi shuriken di tahun-tahun berikutnya,” katanya. “Saya belum pernah melihat caltrop tanah liat sebelumnya.”