Sedang Main Gali Tanah di Sekolah, Dua Bocah SD Temukan Fosil Pohon Purba Berusia 300 Juta Tahun
Dua bocah ini mengira mereka menemukan batu biasa, ternyata fosil pohon purba.
Dua bocah kelas dua SD di West Virginia, Amerika Serikat, menemukan fosil pohon purba berusia 300 juta tahun saat bermain gali tanah di halaman sekolah mereka. Di Sekolah Dasar Talcott di Summers County, seorang guru kelas dua berbagi kecintaannya terhadap geologi lokal dengan murid-muridnya, mendorong mereka untuk menemukan bebatuan keren sehingga mereka dapat belajar mengidentifikasinya.
Suatu hari, John Ramsey mendapati dua muridnya, Liam dan Wade, menemukan sesuatu yang sedikit lebih tidak biasa daripada kerikil pada umumnya.
“Saya masuk ke kelas saya dan menemukan sebuah batu besar di meja belakang saya dengan tanah dan lumpur di mana-mana, dan saya berkata, 'Siapa yang membuat kekacauan ini di sini?'” kenang Ramsey, dikutip dari laman KCRG, Jumat (22/11).
”Dan ada dua anak laki-laki yang berkata, 'Kami pikir kami menemukan sesuatu yang cukup keren dan menarik.'”
Liam dan Wade juga menyukai geologi dan menggali di taman bermain sekolah, di sanalah mereka menemukan batu dengan bentuk unik.
“Kami pikir itu batu,” kata Wade.
“Tapi kemudian saya mencabutnya, dan Wade menemukannya,” tutur Liam.
“Ya, aku membantumu menggalinya,” kata Wade.
Pohon Lepidodendron
Ramsey mengidentifikasi batu tersebut sebagai fosil pohon lepidodendron, tanaman punah yang diketahui tumbuh di lingkungan hutan batubara lahan basah.
“Saat kami sedang mencucinya, saya melihat fosil itu tampak seperti fosil yang saya miliki di kelas, dan saya berkata, 'Anak-anak,' saya berkata, 'Saya pikir kalian menemukan sesuatu yang keren di sini,'” jelas Ramsey.
”Saya berkata, 'Saya punya yang seperti ini dan milik kalian jauh lebih besar daripada yang saya punya.'”
Fosil ini kerap ditemukan di sepanjang sungai dan agak jarang ditemukan di taman bermain. Lepidodrendon merupakan tumbuhan punah dalam keluarga lycopsid yang hidup di rawa-rawa selama Zaman Karbon sekitar 360 - 300 juta tahun yang lalu. Pohon ini disebut pohon bersisik dan dapat tumbuh setinggi 50 meter dengan batang sepanjang lebih dari 2 meter di pangkalnya.
Ramsey mengatakan penemuan ini telah membuat murid-muridnya bersemangat untuk belajar dan dia mungkin mendorong mereka untuk memulai ekspedisi paleontologi mereka sendiri.
Ramsey berencana menyimpan fosil tersebut di kelas mereka agar siswa lain dapat belajar darinya.