Penelitian Ungkap Permukaan Bumi Makin Miring dalam Dua Dekade, Ini Sebabnya
Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letter.
Eksploitasi air tanah secara berlebihan tidak hanya menyebabkan penurunan muka tanah dan krisis air bersih. Aktivitas ini juga berdampak pada keseimbangan bumi secara keseluruhan. Menurut studi terbaru, penggunaan air tanah dalam jumlah besar dapat mengubah distribusi massa planet kita, yang berpengaruh pada kemiringan poros bumi.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters menyatakan. penyedotan air tanah oleh manusia telah menyebabkan kemiringan bumi mencapai 31,5 inci atau 0,8 meter dalam waktu kurang dari dua dekade.
Dikutip dari laman Earth, Senin (23/12), para ilmuwan yang melakukan penelitian menyatakan redistribusi air tanah memiliki dampak terbesar terhadap pergeseran kutub rotasi dibandingkan dengan faktor iklim lainnya. Selama periode antara 1993 hingga 2010, sekitar 2.150 gigaton air tanah telah dieksploitasi untuk berbagai keperluan, seperti irigasi, industri, dan kebutuhan domestik. Sebagian besar air ini akhirnya mengalir ke lautan, yang menyebabkan redistribusi massa global yang cukup signifikan untuk mempengaruhi kemiringan bumi. Volume air yang dipindahkan ini setara dengan potensi kenaikan permukaan laut mencapai 0,24 inci.
Penelitian tersebut juga menunjukkan perubahan pada kutub rotasi Bumi dapat digunakan untuk memahami variasi penyimpanan air dalam skala besar. Pergerakan air yang signifikan, seperti yang terjadi di bagian barat Amerika Utara dan barat laut India, menunjukkan dampak besar dari penggunaan air tanah terhadap stabilitas planet ini. Dampak dari penyedotan air tanah tidak hanya terbatas pada pengaruhnya terhadap rotasi bumi. Aktivitas ini juga memperburuk dampak perubahan iklim, terutama dalam hal kenaikan permukaan laut.
Ketika air tanah dieksploitasi dan akhirnya mengalir ke laut, volume air di lautan meningkat, yang mempercepat proses kenaikan permukaan laut. Kenaikan ini dapat menimbulkan dampak serius bagi wilayah pesisir, termasuk meningkatnya risiko banjir dan erosi pantai. Selain itu, penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah juga dapat merusak infrastruktur, seperti bangunan, jalan, dan saluran irigasi.