PBB Ungkap Tak Ada Penjarahan Truk Bantuan Sejak Awal Gencatan Senjata dan Pasukan Israel Angkat Kaki dari Gaza
Sebelumnya pasukan penjajah Israel memfasilitasi penjarahan truk-truk bantuan yang masuk ke Gaza dan menyalahkan Hamas.
Sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Minggu (19/1) di Jalur Gaza, Palestina, ratusan truk bantuan memasuki wilayah tersebut setiap hari. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak ada laporan adanya penjarahan konvoi truk bantuan sejak gencatan senjata.
Sebelumnya pasukan penjajah Israel memfasilitasi penjarahan truk-truk bantuan yang masuk ke Gaza dan menyalahkan Hamas.
"Dua hari pertama masuknya (bantuan), tidak ada catatan penjarahan atau penyerangan terhadap pekerja bantuan (kemanusiaan)," jelas juru bicara Badan PBB OCHA, Jens Laerke kepada wartawan di Jenewa, Swiss, dikutip dari The Cradle, Rabu (22/1).
OCHA menyampaikan, 915 truk bantuan masuk ke Gaza pada Senin (20/1), hari kedua gencatan senjata. Sementara pada hari pertama gencatan senjata, sebanyak 630 truk masuk ke wilayah tersebut, di mana sedikitnya 300 truk diarahkan ke Gaza utara di mana warga menderita kelaparan dan kekurangan makanan.
Kesepakatan gencatan senjata mensyaratkan 600 truk bantuan masuk ke Gaza setiap hari dalam enam pekan pertama gencatan senjata, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar.
Menurut badan bantuan kemanusiaan, 600 truk sehari dapat memenuhi kebutuhan dasar populasi Gaza.
Ketika perang genosida Israel masih berlangsung di Gaza, pasukan penjajah tersebut menargetkan dan membunuh polisi Gaza yang mengawal konvoi kendaraan bantuan yang masuk ke Gaza.
Pada Februari 2024, pasukan Israel membantai 112 warga Palestina yang tengah mengantre untuk menerima bantuan tepung dari truk-truk bantuan yang masuk ke Gaza. Pada Oktober lalu, Israel hanya mengizinkan 57 truk per hari yang masuk ke Gaza.