Orang Mesir Kuno Sering Memakai Topi Berbentuk Kerucut, Arkeolog Penasaran Apa Maknanya
Para arkeolog masih belum tahu makna dan fungsi hiasan kepala ini.
Orang Mesir kuno biasanya memakai hiasan di kepala atau semacam topi berbentuk kerucut. Para arkeolog masih belum tahu makna dan fungsi hiasan kepala ini.
Namun diduga orang Mesir kuno mengaitkan hiasan kepala ini dengan "sensualitas, seksualitas, dan sejenisnya", seperti dikutip dari Live Science, Rabu (4/9).
Antara tahun 1550 dan 30 SM, banyak lukisan dan patung Mesir kuno yang menggambarkan pria dan wanita mengenakan perhiasan kecil berbentuk kerucut di atas kepala mereka. Dalam sejumlah lukisan, orang Mesir kuno digambarkan memakai hiasan kepala ini saat jamuan pemakaman, berburu, bermain musik atau bahkan melahirkan, menurut penelitian jurnal Antiquity.
Namun hingga saat ini, arkeolog hanya melihat topi ini di lukisan dan belum pernah menemukan bukti fisiknya di pemakaman kuno yang digali.
Dewi Kesuburan
Pada 2019, penelitian Antiquity menggambarkan dua makam di Amarna, sebuah situs arkeologi di Mesir, berisi kerangka dengan hiasan kepala kerucut. Analisis terhadap kerangka tersebut mengungkapkan bahwa kerucut tersebut terbuat dari lilin lebah dan jasad yang memakainya itu bukan dari kalangan orang kaya. Sebaliknya, kerangka tersebut menunjukkan mereka pernah menjadi buruh dan mengalami kekurangan makanan.
Arkeolog masih tidak yakin dengan tujuan penggunaan hiasan kepala tersebut. Salah satu gagasan menyebut topi ini dibuat dari sejenis salep wangi, atau balsem, yang mengeluarkan aroma harum saat meleleh.
Ada juga yang menyebut topi kerucut ini dapat membantu kesuburan, karena kerucut tersebut ditampilkan dalam lukisan Hathor, dewi kesuburan.
“Para ahli sering menghubungkan kerucut secara khusus dengan sensualitas, seksualitas, dan gagasan terkait, karena mereka sering dikaitkan dalam gambaran wanita, terkadang tidak berpakaian,” tulis para penulis dalam studi Antiquity.