NOAA Temukan Bola Misterius Berlubang di Laut Alaska, Identitasnya Belum Terungkap
Bola berdiameter sekitar 10 sentimeter itu tampak menempel pada batu yang dipenuhi spons putih, dengan sebuah lubang besar di permukaannya.
Tim NOAA Ocean Exploration menemukan sebuah objek aneh berbentuk bola berwarna keemasan di kedalaman sekitar 3.300 meter di lepas pantai Alaska. Penemuan ini terjadi pada ekspedisi sepanjang 23 hari pada tahun 2023, menggunakan kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh.
Bola berdiameter sekitar 10 sentimeter itu tampak menempel pada batu yang dipenuhi spons putih, dengan sebuah lubang besar di permukaannya.
Dikutip dari ScienceAlert, Senin (24/11), para peneliti mengaku kesulitan menentukan apa sebenarnya objek tersebut. Dugaan awal mencakup kemungkinan cangkang telur dari spesies laut yang belum dikenal, spons mati, atau karang.
"Jelas ada lubang besar, seperti ada sesuatu yang masuk atau keluar," ujar salah satu peneliti dalam siaran langsung. Peneliti lain bahkan menyebut suasana penemuan itu "seperti awal film horor".
Menurut laporan The Guardian, salah satu hipotesis menyebut objek tersebut mungkin merupakan telur dari makhluk laut dalam berukuran besar. Ahli ekologi laut dalam dari Universitas Plymouth, Kerry Howell, mengatakan bola tersebut memiliki tekstur lembut seperti daging dan tidak memperlihatkan anatomi yang jelas.
"Kalau ini telur, pertanyaannya: telur siapa? Ukurannya cukup besar, bukan telur ikan kecil," tuturnya.
Menggunakan lengan robot, tim memastikan objek tersebut lunak sebelum mengumpulkannya melalui metode penyedotan untuk dianalisis lebih lanjut. Jika benar merupakan telur, temuan ini dianggap tidak biasa karena sebagian besar hewan bertelur secara berkelompok, bukan satu per satu.
Penemuan Unik
Penemuan unik ini kembali menegaskan bahwa laut dalam masih menyimpan banyak misteri.
Hingga 2025, analisis menunjukkan manusia baru memvisualisasikan sekitar 0,001 persen dasar laut dalam, padahal sebagian besar permukaan Bumi adalah wilayah laut yang sulit dijelajahi karena tekanan ekstrem dan suhu sangat rendah.
Bola Emas
Koordinator eksplorasi NOAA, Sam Candio, mengatakan bola emas tersebut belum dapat diidentifikasi, selain fakta bahwa objek itu berasal dari organisme hidup.
"Temuan ini mengingatkan kita betapa sedikitnya pengetahuan tentang planet kita sendiri dan betapa banyak yang masih harus dipelajari mengenai laut dalam," ujarnya.
Reporter Magang : Ahmad subayu