Netanyahu Panik, Bujuk AS Bantu Israel Perang Lawan Iran
Iran kembali menyerang Iran dengan serentetan rudal pada Sabtu (14/6) malam.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan membujuk Amerika Serikat (AS) membantunya dalam perang melawan Iran, untuk menghentikan program energi nuklir Teheran.
Permintaaan tersebut diajukan dalam kurun waktu 48 jam terakhir, menurut laporan situs berita Amerika Axios pada Minggu (15/6) pagi. Israel meminta AS melengkapi Israel dengan amunisi penghancur bunker dan pesawat pengebom berat, seperti dilansir Press TV.
Menurut laporan tersebut, Tel Aviv secara khusus menyerukan kemungkinan serangan gabungan Israel-Amerika yang menargetkan fasilitas pengayaan uranium Fordow milik Iran di Iran utara.
Pada Jumat, duta besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menyatakan seluruh operasi "harus diselesaikan dengan penghancuran Fordow."
Namun, pada hari yang sama, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi fasilitas Fordow tidak mengalami "kehancuran besar" akibat serangan Israel pada Jumat.
Sumber Israel mengatakan kepada Axios, Washington sedang mempertimbangkan permintaan Tel Aviv untuk ikut perang melawan Iran. Namun seorang pejabat Gedung Putih membantah adanya komitmen tersebut dari AS saat dikonfirmasi Axios.
Iran membalas serangan Israel pada Jumat malam dengan serentetan rudal. Teheran kembali menembakkan rudal balistik ke sejumlah titik di Israel pada Sabtu (14/6) malam, menargetkan kilang minyak di Haifa dan pusat penelitian ilmiah terpenting di wilayah Zionis tersebut.
Saat serangan pertama Iran menghantam Israel, Netanyahu dilaporkan kabur ke Yunani.