Menteri Israel: Khamenei Tak Boleh Dibiarkan Hidup
Apakah serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap rumah sakit menyebabkan jatuhnya korban? Simak informasi lengkapnya di sini!
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Kamis (19/6) mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak boleh dibiarkan hidup lagi. Pernyataan ini disampaikan setelah Rumah Sakit Soroka di Beersheba, Israel selatan, melaporkan 40 orang mengalami luka akibat serangan rudal terbaru dari Iran.
"Khamenei secara terbuka menyatakan bahwa dia ingin Israel dihancurkan, dia secara pribadi memberi perintah untuk menembaki rumah sakit," kata Katz kepada sejumlah jurnalis di Holon, dekat Tel Aviv, seperti yang dilansir oleh CNA.
"Orang seperti itu tidak bisa lagi dibiarkan hidup," tambahnya.
Saat ditanya mengenai Khamenei dalam kunjungannya ke Beersheba, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tidak ada seorang pun yang kebal.
"Dalam perang, saya percaya bahwa seseorang harus memilih kata-kata dengan hati-hati dan melakukan tindakan dengan presisi." katanya.
Sebelumnya, seorang pejabat senior dari Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kepada AFP pada Minggu (15/6), bahwa Presiden Donald Trump mengetahui bahwa Israel memiliki rencana untuk menyerang pemimpin tertinggi Iran.
"Presiden Trump menolak hal itu dan kami telah memberitahu Israel untuk tidak melanjutkannya," ungkap pejabat AS tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim. Netanyahu tidak mengonfirmasi atau membantah isu ini.
Dalam wawancara televisi pada Senin (16/6), Netanyahu tidak menutup kemungkinan serangan itu dan menyebutkan bahwa membunuh ulama berusia 86 tahun yang telah memimpin Iran sejak 1989 dapat mengakhiri konflik antara kedua negara. Trump kemudian mengatakan pada Selasa (17/6) bahwa AS mengetahui lokasi Khamenei, tetapi tidak akan membunuhnya "untuk saat ini".
Dua Minggu yang Sangat Penting
Pada hari Kamis, Gedung Putih menginformasikan Presiden Trump akan menentukan apakah Amerika Serikat akan terlibat dalam perang Iran-Israel dalam waktu dua minggu mendatang.
"Mengingat adanya kemungkinan signifikan untuk negosiasi yang mungkin terjadi atau tidak dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan memutuskan apakah akan terlibat atau tidak dalam dua minggu ke depan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengutip pernyataan dari Trump.
Pada hari Jumat (13/6), Israel meluncurkan serangan terhadap Iran, yang mereka klaim sebagai tindakan mendesak untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Sejak serangan tersebut, Israel telah menargetkan ratusan lokasi, termasuk para pemimpin militer, ilmuwan nuklir terkemuka, serta berbagai fasilitas militer dan nuklir yang dianggap berpotensi membahayakan.
Perubahan Kekuasaan di Iran
Keberadaan pemimpin tertinggi Iran, yang sejak menjabat tidak pernah meninggalkan negaranya, dijaga dengan pengamanan yang sangat ketat dan kerahasiaan tinggi. Meskipun Netanyahu tidak secara eksplisit mengungkapkan Israel berusaha menggulingkan pemimpin tersebut, ia hanya menyatakan bahwa perubahan rezim bisa terjadi sebagai dampak dari tindakan militer yang dilakukan.
"Warga Iran memahami bahwa rezim ini jauh lebih lemah daripada yang mereka kira -- mereka menyadarinya, dan itu bisa menghasilkan suatu perubahan," ungkapnya dalam konferensi pers pada hari Senin.
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan segala usaha untuk memaksakan perubahan melalui tindakan militer hanya akan berujung pada "kekacauan." Baik China maupun Rusia juga telah menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangan udara mereka.
Iran sendiri membantah tuduhan terkait pengembangan senjata nuklir, dan laporan dari pejabat intelijen AS baru-baru ini meragukan klaim Israel yang menyatakan bahwa Iran telah mempercepat produksi senjata nuklir. Saat ini, Iran memperkaya uranium hingga tingkat 60 persen, yang jauh melebihi batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir tahun 2015, yang ditinggalkan oleh Trump.
Meskipun demikian, tingkat tersebut masih di bawah ambang 90 persen yang diperlukan untuk menghasilkan hulu ledak nuklir. Israel, di sisi lain, tidak pernah secara terbuka mengonfirmasi atau membantah kepemilikan senjata nuklir, namun laporan dari Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm memperkirakan bahwa Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir.