Iran Bombardir Israel, 9 Tewas 28 Luka dan Masih Banyak Orang Tertimbun Bangunan di Kota Beit Shemesh
Korban jiwa pada hari Minggu adalah "jumlah korban jiwa tertinggi" Israel sejak serangan dimulai pada hari Sabtu.
Iran terus melancarkan serangan balasan ke Israel sehari setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan AS-Israel. Sedikitnya sembilan orang tewas akibat serangan rudal Iran di kota Beit Shemesh, Israel tengah.
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) mengatakan pada hari Minggu, sembilan orang tewas dan 28 orang lainnya terluka akibat serangan rudal Iran, termasuk dua orang yang dalam kondisi serius.
Militer Israel menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim pencarian dan penyelamatan serta sebuah helikopter untuk mengevakuasi korban luka saat ini beroperasi di Beit Shemesh.
Melaporkan dari Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, Nour Odeh dari Al Jazeera menjelaskan bahwa korban jiwa pada hari Minggu adalah "jumlah korban jiwa tertinggi" Israel sejak serangan dimulai pada hari Sabtu.
“Yang membuat warga khawatir saat ini adalah para petugas penyelamat masih berupaya menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan, sehingga ada kekhawatiran dan ketakutan bahwa jumlah korban bisa meningkat dan ada pertanyaan mengapa sirene tidak berbunyi di Beit Shemesh,” kata Odeh dilansir Aljazeera, Senin (3/2/2026).
Risiko yang Harus Ditanggung Israel Memulai Perang dengan Iran
“Ini adalah salah satu risiko besar yang diambil Israel dengan memulai perang dengan Iran: rudal terus berdatangan ke kota-kota Israel dari Iran, dan Israel harus menembakkan semua rudal itu sebagai balasan, dengan risiko meleset seperti di Beit Shemesh dan di Tel Aviv,” lanjutnya.
Pada hari Sabtu, Israel dan AS melancarkan serangan berkelanjutan terhadap Iran, yang menyebabkan gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya.
Saat masa berkabung selama 40 hari diumumkan pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pembunuhan Khamenei akan "membuat konfrontasi menjadi lebih kompleks dan berbahaya".
“Kami tidak memiliki batasan atau pembatasan dalam membela diri,” kata Araghchi.
“Jika tujuan mereka adalah untuk mengubah rezim kita, ini adalah tugas yang mustahil. Mereka tidak bisa melakukan ini: kita memiliki sistem yang solid, dan konstitusi yang kuat.”
Demikian pula, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu, meskipun ia telah meninggal, negara itu akan mengikuti jejak Khamenei dan musuh-musuh Iran akan dibiarkan "tanpa harapan".