Mengingat Kembali Kekaguman Paus Fransiskus atas Semboyan Bhinneka Tunggal Ika Milik Indonesia
"Semboyan negara Anda, Bhinneka Tunggal Ika, bersatu dalam keberagaman."
Pemimpin umat Katolik dunia Paus Fransiskus meninggal dunia. Ia wafat di usia 88 tahun.
"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita, Fransiskus," kata Kardinal Farrell, menurut sebuah terjemahan dikutip merdeka.com, Senin (21/4).
Menengok ke belakang, Paus Fransiskus sempat berkunjung ke Indonesia. Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan kekagumannya atas semboyan di Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
Kekaguman ini disampaikan Paus Fransiskus dalam pesannya pada acara pertemuan dengan pejabat pemerintah, korps diplomatik, dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/9/2024).
"Semboyan negara Anda, Bhinneka Tunggal Ika, bersatu dalam keberagaman, secara harfiah berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua, mengungkapkan realitas beraneka sisi dari berbagai orang yang disatukan dengan teguh dalam satu bangsa," kata Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus mengatakan semboyan tersebut juga memperlihatkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia, yang merupakan sumber kekayaan dan keindahan.
"Kerukunan di dalam perbedaan dicapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan bersama dari semua orang. Ketika setiap kelompok suku dan denominasi keagamaan bertindak dalam semangat persaudaraan, seraya mengejar tujuan luhur dengan melayani kebaikan bersama," ucapnya.
Kedepankan Solidaritas
Paus Fransiskus menyampaikan bahwa kesadaran untuk berpartisipasi dalam sejarah bersama dengan mengedepankan solidaritas sebagai unsur hakiki, telah membantu mengidentifikasi solusi-solusi yang tepat untuk menghindari polemik yang mungkin muncul dari perbedaan yang ada.
"Keseimbangan antara kemajemukan budaya yang besar dan ideologi-ideologi yang berbeda, dan cita-cita yang mempererat persatuan, haruslah dibela terus-menerus dari berbagai ketimpangan," kata Paus.
Menurut Paus Fransiskus, mempererat persatuan menjadi tugas semua orang. Terutama mereka yang terlibat dalam kehidupan politik, yang harus memperjuangkan kerukunan, persamaan, rasa hormat atas hak-hak dasar manusia, pembangunan berkelanjutan, solidaritas dan upaya mencapai perdamaian, baik di dalam masyarakat maupun dengan bangsa-bangsa serta negara-negara lain.