Kota-Kota Kuno Ini Terkubur di Bawah Pasir, Baru Ditemukan Arkeolog Ribuan Tahun Kemudian, Ada yang Disebut dalam Alquran
Penemuan Kota Aten di Mesir mengungkapkan sejarah dan kehidupan di masa lalu, bersama dengan kota-kota kuno lainnya yang terkubur.
Dalam dunia arkeologi, penemuan kota-kota kuno yang terkubur di bawah pasir atau material lain selalu menarik perhatian. Baru-baru ini, pada Maret 2025, arkeolog menemukan sebuah kota yang disebut sebagai 'Kota Emas yang Hilang', Aten, yang terletak di Lembah Para Raja, Luxor, Mesir. Kota ini telah terkubur selama kurang lebih 3000 tahun dan merupakan pusat administrasi serta industri utama pada masa pemerintahan Firaun Amenhotep III.
Aten bukan hanya sekadar kota biasa, tetapi juga dikenal sebagai pusat pertambangan emas yang signifikan pada zamannya. Kota ini ditinggalkan setelah pemerintahan Akhenaten, ketika ibu kota Mesir dipindahkan ke Amarna. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan sehari-hari di Mesir kuno, serta struktur pemerintahan dan industri pertambangan saat itu.
Dalam penggalian yang dilakukan, para arkeolog menemukan sisa-sisa bangunan, pabrik pemrosesan emas, rumah, bengkel, kuil, dan berbagai artefak seperti koin, figurin, dan perhiasan. Salah satu temuan paling mencolok adalah pabrik pemrosesan emas yang menunjukkan teknologi penyulingan emas yang canggih. Seorang arkeolog terkemuka menyatakan, "Penemuan ini dianggap sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting dalam beberapa dekade terakhir, memberikan gambaran mendalam tentang budaya dan kehidupan masyarakat Mesir kuno."
Aten: Kota yang Hilang di Lembah Para Raja
Kota Aten memiliki sejarah yang kaya dan berperan penting dalam perkembangan Mesir kuno. Pada masa pemerintahan Amenhotep III, kota ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan budaya. Selama periode tersebut, Aten berkembang pesat dan menjadi salah satu kota terbesar di Mesir. Namun, setelah ditinggalkan, kota ini perlahan terkubur di bawah pasir, menyimpan rahasia yang menunggu untuk diungkap.Penggalian yang dilakukan di Aten menunjukkan struktur bangunan yang kompleks dan berbagai artefak yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Di antara artefak yang ditemukan, terdapat perhiasan yang indah dan alat-alat yang digunakan dalam proses pertambangan emas. Hal ini menunjukkan bahwa Aten tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi tetapi juga sebagai pusat industri yang penting.
Kota-Kota Kuno Lain yang Terkubur
Loulan - China
Terletak di Gurun Taklamakan, Xinjiang, kota kuno Loulan ditemukan pada tahun 1900 oleh penjelajah Swedia Sven Hedin. Didirikan sekitar abad ke-2 SM, Loulan adalah pusat perdagangan penting di Jalur Sutra sebelum ditinggalkan sekitar abad ke-4 M akibat perubahan iklim dan sungai yang mengering. Kota ini terkubur pasir selama berabad-abad hingga ditemukan kembali, lengkap dengan reruntuhan bangunan, artefak, dan mumi yang terawetkan.
Araouane - Mali
Araouane, sebuah kota di Gurun Sahara, pernah menjadi pusat perdagangan garam yang ramai sebelum terkubur sebagian oleh bukit-bukit pasir. Meskipun tidak sepenuhnya hilang, banyak bangunannya lenyap di bawah pasir, dan kota ini ditemukan kembali dalam kondisi setengah terkubur. Araouane terletak sekitar 270 kilometer di utara Timbuktu dan memberikan gambaran tentang kehidupan di Sahara pada masa lalu.
Petra - Yordania
Petra adalah kota kuno di Yordania yang dibangun oleh suku Nabatean sekitar abad ke-4 SM. Kota ini terkenal dengan bangunan yang diukir langsung di tebing batu pasir merah, termasuk Al-Khazneh (Treasury) dan Biara (Ad-Deir). Petra dulu merupakan pusat perdagangan penting yang menghubungkan Arab, Mesir, dan Mediterania. Kota ini akhirnya ditinggalkan dan terkubur pasir selama berabad-abad hingga ditemukan kembali oleh penjelajah Swiss, Johann Burckhardt, pada tahun 1812. Kini, Petra menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO dan destinasi wisata terkenal.
Ai-Khanoum - Afghanistan
Ditemukan secara tidak sengaja pada 1960-an, Ai-Khanoum (kemungkinan "Alexandria on the Oxus") adalah kota Helenistik yang didirikan oleh penerus Alexander Agung, Seleucus I Nicator, sekitar abad ke-4 SM. Terletak di pertemuan Sungai Kokcha dan Amu Darya, kota ini terkubur di bawah pasir gurun selama hampir 2.000 tahun sebelum digali, mengungkap arsitektur Yunani dan bukti budaya kosmopolitan di Jalur Sutra.
Ur - Irak
Ur adalah kota Sumeria kuno di Mesopotamia yang pernah menjadi ibu kota administratif penting sekitar 2100 SM. Setelah Sungai Eufrat berubah arah, kota ini ditinggalkan dan terkubur di bawah pasir gurun selama ribuan tahun. Digali kembali pada abad ke-19 oleh arkeolog seperti Sir Leonard Woolley, Ur terkenal karena zigguratnya yang megah dan artefak seperti belati emas serta kecapi.
Julfar - Uni Emirat Arab
Julfar, kota pelabuhan abad pertengahan di Teluk Persia, berkembang antara abad ke-6 hingga ke-14 M sebagai pusat perdagangan Arab. Setelah ditinggalkan, kota ini terkubur di bawah bukit-bukit pasir di utara Ras al-Khaimah. Ditemukan kembali pada 1960-an, Julfar memberikan bukti kejayaan pelayaran Arab, meskipun sebagian besar situsnya masih tersembunyi di bawah pasir.
Ubar (Iram of the Pillars) – Oman
Dijuluki sebagai "Atlantis dari Pasir," kota ini disebut dalam Alquran dan legenda Arab.
Dipercaya sebagai pusat perdagangan yang makmur sebelum tenggelam ke dalam pasir sekitar 2000 tahun lalu.Ditemukan pada tahun 1992 menggunakan pencitraan satelit NASA.2. Petra – YordaniaKota batu yang terkenal dengan bangunan yang diukir langsung di tebing merah.Ditinggalkan dan terkubur pasir selama berabad-abad hingga ditemukan kembali oleh penjelajah Swiss, Johann Burckhardt, pada tahun 1812.