Sejarah Kelam Mesir Kuno: Firaun Ini Usir Rakyatnya Demi Ubah Agama
Penemuan kota kuno yang terkubur selama 3.000 tahun di Mesir mengungkap detail baru tentang kehidupan di bawah Firaun Akhenaten.
Penemuan kota kuno yang terkubur selama 3.000 tahun di Mesir mengungkap detail baru tentang kehidupan di bawah Firaun Akhenaten. Akhenaten adalah salah satu raja Mesir kuno termasyhur.
Ketika dia berkuasa 3.000 tahun lalu, Firaun Akhenaten membuat keputusan untuk menggusur seluruh populasi. Dia memerintahkan warga So’oud Aten untuk menutup rumah mereka dan pindah, meninggalkan harta benda dan kehidupan sehari-hari mereka. Langkah itu merupakan bagian dari upayanya untuk mengganti politeisme lama Mesir (penyembahan banyak dewa) dengan monoteisme, penyembahan satu dewa—Aten, dewa matahari.
“Inilah firaun,” kata ahli Mesir Kuno Zahi Hawass dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
“Ketika raja membuat keputusan, semua orang harus mematuhi keputusan itu,” lanjutnya, dikutip dari Greek Reporter, Selasa (29/4).
Para arkeolog menemukan So’oud Aten di dekat Luxor, dekat dengan monumen-monumen seperti Colossi of Memnon dan Ramesseum. Menurut para ahli, kota ini berkembang pesat selama zaman keemasan Mesir.
Di kota ini ditemukan tembikar, perhiasan, sandal, mainan anak-anak—bahkan peralatan memanggang yang menyerupai kulit pizza modern—tersebar di rumah-rumah dan bengkel kerja.
Tata letak kota menunjukkan masyarakat yang terorganisasi dengan baik. Penggalian baru-baru ini telah menemukan bangunan yang mungkin telah menjalankan fungsi administratif, termasuk bangunan yang menyerupai balai kota atau kantor polisi pada masa lampau.
Hawass menyampaikan, kota ini menawarkan wawasan langka tentang kehidupan sehari-hari dan menyatakan para perajin dan pekerjanya hidup dengan nyaman.
"Kami menemukan banyak kamar mandi di dalam rumah-rumah," ujarnya.
Salah satu penemuan unik dan misterius adalah ikan berlapis emas.
“Tidak seorang pun dapat menjelaskannya,” kata Hawass.
Dia menambahkan, para arkeolog juga telah menemukan sekitar 500 patung Sekhmet, dewi yang dikaitkan dengan penyembuhan.
Bangun Kota Baru
Akhenaten akhirnya membangun kota baru, yang sekarang dikenal sebagai Tell el-Amarna, 321 kilometer selatan Kairo. Ia menyebutnya "Bangkitnya Aten." Para ahli meyakini Ratu Nefertiti bergabung dengannya dalam perubahan agama ini.
Bahkan setelah kematiannya, kota itu terus digunakan oleh para penguasa seperti Tutankhamun, yang makamnya ditemukan pada tahun 1922. Namun, perasaan orang-orang yang dipaksa meninggalkan So’oud Aten masih belum diketahui. Hawass mengatakan warga menyegel rumah mereka ketika diusir karena kemungkinan mereka berpikir bisa kembali suatu hari nanti.
Setelah kematian Tutankhamun, para penerusnya meninggalkan reformasi yang diprakarsai oleh Akhenaten. Ibu kota dipindahkan kembali ke lokasi sebelumnya, Thebes (sekarang dikenal sebagai Luxor), dan praktik keagamaan tradisional dipulihkan. Kota yang dibangun oleh Akhenaten rusak parah dan akhirnya ditinggalkan. Berbagai upaya dilakukan untuk menghapus memori pemerintahan Akhenaten, dengan penghancuran monumen dan kuil yang didedikasikan untuk Aten.