Dari Foto Udara, Peneliti Temukan Jejak Kota Kuno yang Hilang di Thailand
Dalam foto itu terlihat ada tanggul tanah empat sisi dengan luas mengelilingi kota yang hilang, diperkirakan telah ada sebelum sejarah kota tersebut diketahui.
Kota kuno ditemukan melalui foto udara yang diambil tahun 1950-an. Ditunjukkan melalui tanggul tanah empat sisi yang lebih tua dari Terusan Takhong.
Baru-baru ini, penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Santi Paipolee dari Universitas Chulalongkorn, Thailand mengungkap keberadaan sebuah kota kuno di bawah pusat bersejarah Nakhon Ratchasima, berlokasi di timur laut Thailand.
Dilansir Archeologymag, penemuan tersebut didasarkan pada foto udara yang diambil pada tahun 1950-an. Dalam foto itu terlihat ada tanggul tanah empat sisi dengan luas mengelilingi kota yang hilang, diperkirakan telah ada sebelum sejarah kota tersebut diketahui.
Prof. Dr. Santi Pailoplee dan timnya melakukan penelitian mengenai hal ini.
Dengan menganalisis gambar dari tahun 1954, mereka mengidentifikasi apa yang terlihat seperti tanggul linier di utara, barat, dan timur Terusan Takhong.
Tanggul itu tampaknya berada di bawah pusat bersejarah Nakhon Ratchasima, menunjukkan bahwa hadirnya tanggul tersebut mendahului kota dan Terusan Takhong yang dibangun pada periode Ayutthaya, di bawah Raja Narrai yang Agung (1656 hingga 1688 Masehi).
Tanggul yang baru dideteksi itu mengisyaratkan keberadaan komunitas kuno yang signifikan di wilayah ini. Dengan luas sekitar 3.4 kilometer persegi, pemukiman itu dua kali lebih besar dari kota kuno Nakhon Ratchasima saat ini, dan lebih besar dari semua pemukiman tanggul tanah lain di wilayah itu.
Tanggul itu sejajar dengan jalan Chompol, jalan raya utama yang membentang melalui kota tua dari Gerbang Chumphon di sebelah Barat hingga Gerbang Phon Lan di Timur. Hal ini membuat Prof. Dr. Santi menduga tanggul Selatan yang asli diperkirakan telah dialihfungsikan sebagai jalan utama kota.
“Tanggul Selatan asli mungkin telah dialihfungsikan dari fungsi aslinya sebagai penanda batas komunitas menjadi jalan utama kota di Nakhon Ratchasima lama,” Jelasnya.
Pemeriksaan lebih lanjut terhadap fitur area geografis tersebut menunjukkan bahwa tanggul itu mengarahkan aliran air menuju pemukiman kuno lainnya di Thailand Timur Laut, seperti di provinsi Buriram dan Sakon Nakhon.
Selama musim banjir, air dari Lam Takhong kuno kemungkinan terhalang oleh tanggul yang dialihkan untuk mengalir melalui saluran drainase yang lebih sempit. Pola ini menyebabkan erosi dan membuat daerah dataran rendah menjadi kolam atau rawa, seperti Waduk Assadang saat ini.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai garis waktu Nakhon Ratchasima. Menyiratkan bahwa daerah tersebut diperkirakan sebagai pemukiman penting, lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Namun, Prof. Dr. Santi memperingatkan bahwa temuan ini didasarkan pada “remote sensing” atau penginderaan jauh aktif yang memerlukan survei arkeologi dan penggalian untuk mengonfirmasi interpretasi tersebut.
Jika dikonfirmasi melalui penggalian, kota yang hilang ini akan memberi kontribusi yang signifikan terhadap sejarah dan arkeologi Thailand.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey