Para arkeolog di Turki berhasil mengungkap rahasia tersembunyi di balik kota Yunani kuno yang ada di Turki. Saat menggali di kota kuno Teos, yang terletak di pesisir barat Turki, para arkeolog membuat penemuan luar biasa yang memberikan pandangan baru tentang kehidupan politik, seni, dan sosial kota yang pernah berkembang pesat ini.
Di masa lalu, Teos dikenal sebagai pusat budaya dan perdagangan penting selama periode Helenistik dan Romawi, di mana sebagian besar sejarahnya masih terkubur di bawah reruntuhan.
Saat melakukan penggalian, para arkeolog menemukan mosaik yang indah, ukiran monumen yang rumit, dan bangunan yang masih utuh. Situs ini, yang dikaitkan dengan kuil Dionysus, ternyata juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan perkembangan seni. Demikian dikutip dari laman Indian Defence Review, Selasa (11/3).
Tim yang dipimpin Mantha Zarmakoupi, seorang spesialis arsitektur Romawi dari Universitas Pennsylvania, juga menemukan prasasti yang sebagian terhapus pada fasad bouleuterion, gedung dewan kota. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana lanskap politik dan budaya Teos berkembang dari waktu ke waktu, khususnya seiring meluasnya pengaruh Romawi.
Salah satu temuan yang paling menarik adalah mosaik berhias dari era Helenistik yang ditemukan di bouleuterion, yang menampilkan dua dewa asmara (Cupid) yang sedang bertarung—motif yang dikaitkan dengan Eros, dewa cinta, dan kemungkinan merujuk pada pengaruh kultus Dionysian. Zarmakoupi dan timnya yakin detail artistik ini menawarkan pandangan langka tentang afiliasi keagamaan dan preferensi artistik kota tersebut.
“Ini adalah bangunan yang paling terawat di kota Teos, dan tampaknya menyimpan bagi kita sejarah awal Teos di bawahnya,” kata Zarmakoupi.
Bouleuterion, tempat mosaik itu ditemukan, berfungsi sebagai pusat politik dan pemerintahan kota, tempat para pejabat berkumpul untuk berdebat dan membuat keputusan yang memengaruhi penduduk kota. Bangunan yang awalnya dibangun pada abad ketiga SM ini kemudian diperluas selama era Romawi, saat bangunan tersebut dialihfungsikan untuk pertunjukan publik alih-alih pertemuan politik.