Tujuh Kota Ajaib Ini Pernah Hilang di Masa Lalu, Ditemukan Kembali di Zaman Modern, Ada yang Dibangun di Atas Gunung

Daftar kota kuno ini membuka wawasan kita tentang betapa canggihnya peradaban di masa lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Tujuh Kota Ajaib Ini Pernah Hilang di Masa Lalu, Ditemukan Kembali di Zaman Modern, Ada yang Dibangun di Atas Gunung
Tujuh Kota Ajaib Ini Pernah Hilang di Masa Lalu, Ditemukan Kembali di Zaman Modern, Ada yang Dibangun di Atas Gunung (Merdeka.com)

Sepanjang sejarah, banyak kota yang lenyap ditelan Bumi. Namun kemudian ditemukan kembali beberapa abad kemudian.

Kota-kota kuno dalam daftar di bawah ini pernah menjadi pusat peradaban. Penemuan kembali kota-kota ini membawa kita kembali ke masa lalu, mengungkap kebudayaan dan masyarakat yang tinggal di kota tersebut.

Berikut daftar kota-kota tersebut, dikutip dari Times of India:

1. Pompeii, Italia

Pompeii terkubur abu vulkanik setelah bencana dahsyat meletusnya Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Kota ini ditemukan kembali pada 1748 oleh insinyur Spanyol, Rocque Joaquin de Alcubierre.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penggalian di kota ini menemukan bangunan-bangunan yang masih utuh, artefak, dan bahkan mayat korban letusan Gunung Vesuvius. 

Pompeii adalah salah satu situs arkeologi terpenting di dunia.

2. Machu Picchu, Peru

Machu Picchu adalah benteng bangsa Inca yang berlokasi di dataran tinggi di Pegunungan Andes. Kota ini mulai mencari perhatian dunia pada 1911 setelah diperkenalkan oleh sejarawan Amerika Serikat, Hiram Bingham.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Situs ini diperkirakan dibangun pada abad ke-15. Arsitektur situs ini sangat menakjubkan. Di dalamnya terdapat kuil, lapangan, dan bangunan batu yang sangat indah.

Machu Picchu dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

3. Troya, Turki

Troy atau Troya dikisahkan dalam puisi epik karya Homer, Iliad. Sejak lama keberadaan kota ini dianggap hanya mitos. Namun pada 1870-an, arkeolog Jerman, Heinrich Schlieman mengonfirmasi keberadaan kota ini. Kota ini berada di Turki, terdiri dari pemukiman Zaman Perunggu.

Dok. Istimewa
© Wikipedia

Berdasarkan hasil penggalian Schlieman, ditemukan benteng, rumah, dan sejumlah artefak yang dianggap sebagai "harta karun Priam". 

Priam adalah raja Troya dalam Iliad yang ditulis Homer.

4. Angkor, Kamboja

Angkor adalah ibu kota Kerajaan Khmer, yang ditemukan kembali pada abad ke-19 oleh penjelajah Prancis, Henri Mouhot. Kota ini berkembang antara abad ke-9 dan 15.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di sini terletak kompleks candi terkenal, Angkor Wat, yang menjadi destinasi wisata di Kamboja. 

Situs ini menjadi bukti keunggulan arsitektur dan teknik bangsa Khmer.

5. Mohenjo-Daro, Pakistan

Mohenjo-Daro adalah salah satu kota utama dari peradaban Lembah Indus. Kota ini ditemukan pada tahun 1920-an oleh arkeolog India, R.D. Banerji.

Dok. Istimewa
© Wikipedia

Kota ini berasal dari tahun 2500 SM, dibangun dengan perencanaan kota yang canggih 

seperti jalan yang saling terhubung, sistem drainase, dan pemandian umum.

6. Ebla, Suriah

Kota kuno Ebla ditemukan kembali pada tahun 1960-an oleh arkeolog Italia, Paolo Matthiae. Ebla merupakan pusat utama perdagangan dan kebudayaan milenium ketiga sebelum masehi.

Saat penggalian berlangsung, ditemukan lempengan tulisan paku (cuneiform) yang mengungkap jaringan diplomatik dan komersil kota yang sangat luas. 

Dok. Istimewa
© Wikipedia

Penemuan Ebla menambah wawasan tentang bahasa Semit awal 

dan lanskap politik Timur Dekat kuno.

7. Petra, Yordania

Petra juga dikenal sebagai "Kota Mawar", yang ditemukan kembali pada tahun 1812 oleh penjelajah Swiss, Johann Ludwig Burckhardt.

Kota bangsa Nabatea ini dipahat di tebing batu pasir. Kota ini pernah menjadi pusat perdagangan utama pada abad ke-4 SM.

Dok. Istimewa
© Britannica

Petra berada di lokasi yang sangat strategis dan memiliki sistem pengelolaan air yang canggih. 

Kota ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Rekomendasi