Jet Tempur India Jatuh di Dubai, Pilot Tewas
Insiden pertama berlangsung pada Maret 2024 di sekitar Jaisalmer, Rajasthan, di mana pilot berhasil menyelamatkan diri dengan baik.
Sebuah jet tempur India mengalami kecelakaan pada hari Jumat (21/11/2025) ketika melakukan penerbangan demonstrasi di hadapan para penonton di Dubai Air Show. Insiden ini mengakibatkan pilot yang menjadi satu-satunya awak pesawat tersebut tewas. Pesawat HAL Tejas tersebut jatuh di Bandara Internasional Al Maktoum, Dubai World Central, Uni Emirat Arab.
Benturan pesawat dengan tanah mengakibatkan ledakan besar disertai asap hitam pekat yang membubung tinggi ke angkasa. Segera setelah itu, polisi, ambulans, dan helikopter dikerahkan untuk memadamkan api menggunakan busa pemadam.
Angkatan Udara India (IAF) telah mengonfirmasi terjadinya kecelakaan tersebut dan menyatakan bahwa pilot mengalami luka yang fatal. "IAF sangat menyesalkan kehilangan ini dan menyatakan dukungan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan di masa berduka ini," demikian pernyataan IAF yang dikutip dari Associated Press. Selain itu, mereka juga mengumumkan bahwa akan dibentuk sebuah dewan penyelidikan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Otoritas investigasi kecelakaan di UEA juga akan terlibat dalam proses penyelidikan ini. Perlu diketahui, Dubai Air Show diselenggarakan setiap dua tahun di bandara tersebut.
Setelah sekitar setengah jam pasca kecelakaan, demonstrasi penerbangan kembali dilanjutkan. Meskipun tim darurat masih bekerja di lokasi jatuhnya pesawat, tim penerbang Russian Knights melanjutkan pertunjukan di atas area tersebut. Tejas adalah pesawat tempur yang diproduksi oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL) di India.
Jet ringan ini diharapkan dapat memperkuat armada tempur India yang semakin menipis, terutama di tengah peningkatan kehadiran militer China di Asia Selatan, termasuk hubungan pertahanan yang lebih erat dengan Pakistan, yang merupakan rival India.
Pada bulan September lalu, Kementerian Pertahanan India menandatangani kontrak dengan HAL untuk pengadaan 97 jet Tejas, dengan rencana pengiriman dimulai pada tahun 2027. Sebelumnya, pada tahun 2021, kontrak untuk 83 unit Tejas juga telah ditandatangani, namun pengiriman mengalami penundaan karena kekurangan mesin yang harus diimpor dari Amerika Serikat.
Menariknya, sehari sebelum kecelakaan tersebut, Biro Informasi Pers India membantah berita di media sosial yang mengklaim bahwa sebuah Tejas mengalami kebocoran oli di pameran. Mereka menyebut unggahan tersebut sebagai informasi palsu yang bertujuan untuk merusak reputasi pesawat.
Video yang beredar menunjukkan cairan menetes dari pesawat, tetapi pihak militer menjelaskan bahwa itu adalah pembuangan air hasil kondensasi yang rutin dilakukan, terutama dalam kondisi lembap seperti di Dubai, yang memang mengalami kelembapan tinggi dan kabut dalam dua hari terakhir akibat perubahan musim.