Jenderal Israel: Kekuatan Hamas Kembali ke Masa Sebelum Perang
Dalam tulisannya di harian Maariv, dia mengatakan realitas di lapangan bagi tentara Israel di Gaza 'suram'.
Mayor Jenderal cadangan Israel Yitzhak Brik mengatakan bahwa gerakan perlawanan Palestina Hamas telah kembali ke kekuatan sebelum perang. Pernyataan itu bertentangan dengan laporan militer Israel tentang kemajuan mereka di Gaza.
Dalam artikel opini yang diterbitkan oleh surat kabar berbahasa Ibrani Maariv, Brik menyebut realitas di lapangan bagi tentara Israel sebagai "suram".
Brik lebih lanjut menunjukkan bahwa Hamas kini memiliki sekitar 40.000 pejuang perlawanan, serupa dengan kekuatannya sebelum agresi Israel dimulai di Gaza.
"Mereka terus berjuang sebagai gerilyawan seperti yang mereka lakukan sejak awal perang," tulis Brik."
Taktik lapangan yang diperbarui
"Mereka bukan tentara, dan karena itu mereka tidak kehilangan kemampuan militer mereka seperti yang diklaim oleh Kepala Staf (Tentara Israel)." kata dia seperti dilansir Press TV, Senin (7/7).
Hamas menyatakan mereka tengah melancarkan perang menghadapi genosida Israel yang tanpa henti terhadap warga sipil, mengejutkan musuh setiap hari dengan taktik lapangan yang diperbarui.
Pejuang perlawanan Palestina dalam beberapa hari terakhir telah membunuh dan melukai sejumlah pasukan pendudukan Israel dalam serangkaian penyergapan, di tengah eskalasi agresi Israel di Gaza.
Sayap bersenjata gerakan perlawanan Palestina Jihad Islam pada Sabtu mengumumkan telah membunuh atau melukai setidaknya 40 pasukan Israel selama penyergapan yang menargetkan berbagai kelompok pasukan di bagian utara Jalur Gaza.
Pengumuman itu dibuat pada Jumat oleh salah satu komandan Brigade al-Quds, sebagaimana nama sayap militer tersebut, menurut berbagai kantor berita perlawanan.
Pengamat mengatakan operasi tersebut menunjukkan kelompok perlawanan tetap kuat dan teguh, lebih dari 20 bulan setelah dimulainya serangan udara dan darat Israel di Gaza.
Rami Abu Zubaydah, seorang analis militer Palestina, mengatakan bahwa operasi perlawanan terbaru terhadap pasukan Israel yang menyerang di Gaza menunjukkan bahwa Hamas "beralih dari fase defensif ke mode serangan taktis."
Israel telah memperluas agresi daratnya di Gaza, berupaya menguasai sebagian besar wilayah Palestina.
Hamas lebih lanjut menegaskan bahwa "kemenangan mutlak" yang dibicarakan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hanyalah ilusi untuk menyesatkan publiknya.
Aksi genosida AS-Israel meningkat di seluruh Gaza, dengan serangan yang intensif di Kota Gaza menyebabkan lebih banyak korban sipil.
Lebih dari 60 warga Palestina tewas dalam pengeboman rezim di Jalur Gaza sejak dini hari Minggu.
Jumlah korban tewas akibat genosida AS-Israel di Gaza kini telah melonjak di atas 57.400 sejak Oktober 2023, menurut kementerian kesehatan Gaza.