Iran Bantah Ingin Mediasi dan Memohon Gencatan Senjata Untuk Akhiri Perang dengan Israel
Sejak Jumat (13/6), Iran mengintensifkan serangannya ke Israel, menembakkan ratusan rudal.
Sejumlah media Barat melaporkan, Iran meminta negara-negara di kawasan Timur Tengah agar menekan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Israel melawan negaranya.
Pada 16 Juni, Reuters melaporkan Iran meminta Qatar, Oman, dan Arab Saudi agar menekan Presiden AS Donald Trump untuk "memanfaatkan pengaruhnya" mendesak Israel agar menyepakati gencatan senjata.
Namun dengan tegas Iran membantah laporan tersebut. Sumber-sumber yang dekat dengan Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan kepada The Cradle pada Selasa (17/6), tidak ada kontak semacam itu yang dilakukan dengan negara mana pun.
"Iran tidak meminta mediasi apa pun untuk menghentikan perang Israel terhadapnya," menurut laporan jurnalis Lebanon, Radwan Mortada, seperti dikutip dari The Cradle, Kamis (19/6).
"Semua klaim yang beredar di kalangan wartawan atau laporan asing tentang mediasinya dengan negara-negara Arab atau asing untuk menghentikan perang adalah rekayasa belaka. Semua pejabat Iran yang terlibat dalam masalah ini telah dengan tegas membantah klaim-klaim ini," jelasnya.
"Kampanye sistematis ini bertujuan untuk menggambarkan Iran sebagai pihak yang memohon gencatan senjata, padahal kenyataannya, Iran justru meningkatkan serangannya dengan lebih keras dari hari ke hari. Teheran telah memperjelas bahwa Israel memulai perang, tetapi tentu saja tidak akan memutuskan kapan perang akan berakhir."
Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan jika Israel mengakhiri perangnya, maka bisa membuka jalan ke jalur diplomasi.
"Tapi kami akan dengan bangga bartarung sampai titik darah terakhir untuk melindungi tanah air kami, rakyat kami, martabat kami, dan pencapaian kami," tegasnya.
Dua hari lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei mengatakan, “Republik Islam Iran tidak mengirim pesan apa pun ke Israel melalui negara mana pun,” membantah klaim Presiden Siprus Nikos Christodoulides bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian “telah meminta kami untuk menyampaikan pesan ke Israel.”
Sejak Jumat (13/6), Iran mengintensifkan serangannya ke Israel. Rudal Iran menargetkan sejumlah titik-titik vital di Israel seperti pangkalan militer Glilot dan Nevatim, juga kilang mintak di Haifa, markas Mossad, dan gedung Departemen Pertahanan di Tel Aviv.