Kelompok garis keras Pemerintah Iran berkumpul di pusat kota Taheran pada Selasa (25/6). Beberapa jam usai Iran dan Israel menyetujui gencatan senjata.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan dua negara sepakat untuk menghentikan perang sesat setelah Iran menyerang pangkalan militer AS di Qatar. Serangan ini merupakan balasan dari serangan AS pada situs nuklir Iran.
Para warga Iran justru memprotes penghentian serangan. Sebab, saat gencatan senjata para musuh Iran seperti Israel dan AS akan semakin kuat.
Pengamat Timur Tengah, Dina Sulaeman blak-blakan, akar masalah perang Iran-Israel. Menurut Dina, perang ialah bentuk tujuan dari politik luar negeri Iran di mana ingin menghapus penindasan di muka bumi. Di mana, salah satu penindasan itu ialah negara Palestina.
Iran, kata Dina, merupakan pendukung lama Palestina dalam peperangan Hamas dengan Israel. Maka dari itu, jika Iran menang melawan Israel maka dampaknya akan berimbas pada kemerdekaan Palestina.