Hutan Kuno Sangat Luas Tersembunyi dalam Lubang Sedalam Hampir 200 Meter, Ditemukan Banyak Tumbuhan Langka
UNESCO menetapkan hutan purba ini sebagai "wilayah gua dan jembatan alami terpanjang di dunia".
Hutan Kuno Sangat Luas Tersembunyi dalam Lubang Sedalam Hampir 200 Meter, Ditemukan Banyak Tumbuhan Langka
Ilmuwan menemukan hutan kuno yang sangat luas dan memukau, tersembunyi di dalam lubang sedalam 192 meter di sebuah cekungan geopark di China.
Taman Geologi Global Leye-Fengshan yang terletak di Wilayah Otonom Zhuang Guangxi, China, diklaim oleh UNESCO sebagai "wilayah gua dan jembatan alami terpanjang di dunia".
"Situs Taman Geologi Global UNESCO ini pada dasarnya bersifat sedimen dengan lebih dari 60 persen batu karbonat Devonian hingga Permian yang tebalnya mencapai 3000 meter," demikian penjelasan dari situs web UNESCO.
Sumber: UNILAD
Berbentuk Huruf S
Wilayah ini membentuk struktur berbentuk 'S' dan konfigurasi belah ketupat di daerah karst Leye dan Fengshan, di mana terdapat dua sungai bawah tanah besar, yaitu Bailang dan Poyue.
Di antara dua sungai bawah tanah ini terbentuk Sungai Buliuhe. Di sekitar sungai-sungai ini, terbentuk berbagai situs karst termasuk kelompok puncak karst (fengcong) yang tinggi, poljes, mata air karst, lubang karst (tiankengs), jembatan alami, gua-gua luas, ruang gua besar, dan speleothem yang masif. Selain itu, terdapat zona-zona sesar, lipatan kecil, fosil panda raksasa, bagian stratigrafi Neogen, dan fosil-fosil lainnya.
'Karst' adalah jenis medan yang melarutkan batuan dasar yang bisa mengakibatkan lubang cekungan, akibat erosi yang terjadi dari atas atau bawah tanah.
"Taman Geologi Global UNESCO ini dengan jelas menampilkan tahapan perkembangan tiankengs dan fengcong karst yang tinggi. Ia memiliki jendela karst yang paling indah di dunia, kerapatan tiankengs yang tertinggi, dan ruang gua terluas serta jembatan alami terpanjang di dunia."
UNESCO
Sumber: UNILAD
Tumbuhan Langka
Cekungan terbaru di taman ini ditemukan oleh para ahli pada Mei 2022, dengan panjang lebih dari 304,8 meter, lebar 149 meter, dan kedalaman 192 meter. Di dalamnya terdapat sejumlah pohon dan tumbuhan kuno yang mungkin termasuk beberapa spesies yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ilmuwan juga menemukan tiga pintu masuk gua di dalam ruang kosong seluas 306 meter dan lebar 150 meter.
“Saya tidak akan terkejut mengetahui bahwa ada spesies yang ditemukan di gua-gua ini yang belum pernah dilaporkan atau dideskripsikan oleh ilmu pengetahuan sampai saat ini.”
Chen Lixin, pemimpin ekspedisi kepada Live Science.
Lixin menambahkan, beberapa pohon yang ditemukan di hutan tersebut tingginya mencapai 39,6 meter.
George Veni, direktur eksekutif National Cave and Karst Research Institute, kepada Live Science menyampaikan perbedaan dalam geologi, iklim, dan faktor-faktor lainnya berarti bahwa karst dapat sangat berbeda tergantung pada lokasinya.
"Di China, Anda dapat menikmati karst yang sangat spektakuler secara visual dengan cekungan besar dan pintu gua raksasa dan sebagainya. Di bagian lain dunia, Anda berjalan di atas karst dan sama sekali tidak memperhatikan apa-apa. Cekungan bisa cukup rendah, hanya sekitar satu atau dua meter dalam diameter," jelasnya.
"Pintu masuk gua mungkin sangat kecil, sehingga Anda harus merangkak untuk masuk.” jelas George Veni.
Foto: Leye-Fengshan Global Geopark
Ini adalah cekungan ke-30 yang ditemukan di wilayah tersebut. Terletak di Xiaozhai Tiankeng, cekungan ini memiliki kedalaman 640 meter, panjang 609 meter, dan lebar 536 meter,serta mencakup air terjun di dalamnya. Temuan ini membuat China bangga menjadi rumah bagi cekungan terbesar di dunia.