Arkeolog Temukan 200 Lebih Makam Berusia 2.000 Tahun di China, Jadi Petunjuk Jalur Sutra Kuno Masa Lalu

Makam ini ditemukan di sebuah gundukan tinggi dekat sungai dan mata air.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Arkeolog Temukan 200 Lebih Makam Berusia 2.000 Tahun di China, Jadi Petunjuk Jalur Sutra Kuno Masa Lalu
Arkeolog Temukan 200 Lebih Makam Berusia 2.000 Tahun di China, Jadi Petunjuk Jalur Sutra Kuno Masa Lalu (Merdeka.com)

Arkeolog di China menemukan lebih dari 200 makam kuno di Toksun dekat kota Turpan, daerah otonomi Xinjiang. Makam-makam ini berasal dari era dinasti Qin dan Han.

Menurut para arkeolog, makam ini berasal dari sekitar 2.000 tahun lalu, pada masa bersejarah China seperti periode Negara-negara Berperang (475–221 SM) dan Dinasti Qin dan Han (221 SM–220 M). Era-era ini menandai pertikaian politik awal dan pembentukan kekaisaran China yang pertama, dikutip dari Greek Reporter, Senin (19/5).

Temuan ini merupakan bagian dari survei warisan budaya nasional yang sedang berlangsung di China dan memberikan pandangan baru mengenai kehidupan manusia purba di wilayah tersebut.

Menurut para arkeolog, situs makam ini berada di atas lahan seluas 10.000 meter persegi. Ada dua jenis makam yaitu berbentuk lingkaran dan persegi yang terbuat dari tumpukan batu. Makam-makam ini masih terawat baik dan dianggap sebagai contoh penting praktik pemakaman komunal awal di Cekungan Turpan.

Peneliti utama di Turpan Studies Institute, Wang Long mengatakan temuan ini menawarkan pandangan langka tentang bagaimana masyarakat kuno di daerah itu memperlakukan orang mati. Tidak seperti kuburan individu, banyak dari makam ini menunjukkan tanda-tanda bahwa makam tersebut digunakan bersama, yang menunjukkan bahwa penguburan mungkin mengikuti tradisi kolektif.

Situs tersebut ditemukan di sebuah gundukan tinggi dekat sungai dan mata air. Menurut Ekbar Kerim, pejabat budaya setempat, lokasi tersebut kemungkinan dipilih karena nilai praktisnya.

“Lokasi ini merupakan daerah yang cocok bagi masyarakat nomaden kuno untuk tinggal, bermigrasi, dan menguburkan orang yang meninggal,” kata Kerim.

Pertukaran Budaya

Tempat pemakaman serupa telah ditemukan di seluruh Asia Tengah, yang sering kali terletak di dekat lembah sungai. Daerah ini umumnya digunakan oleh kelompok nomaden untuk pemukiman dan perpindahan, karena menyediakan sumber daya dan jalur perjalanan yang terbuka.

Kerim menambahkan penemuan ini juga dapat membantu para peneliti memahami pertukaran budaya awal di sepanjang Jalur Sutra kuno—jaringan rute perdagangan yang pernah menghubungkan China dengan seluruh Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Artefak dan gaya penguburan dapat menjadi bukti adanya kontak antara berbagai peradaban.

Identitas individu yang dimakamkan di situs tersebut masih belum diketahui. Para peneliti berharap penggalian dan analisis lebih lanjut akan memberikan petunjuk baru.

Rekomendasi