Gara-gara Toilet Mampet di Kapal Induk, Serangan AS ke Iran Terhambat
Para pelaut AS yang berada di kapal induk mengeluhkan rusaknya toilet dan betapa mereka sudah melaut lebih lama dari jadwal seharusnya.
Tentara Amerika Serikat yang masa penugasannya di kapal perang Amerika diperpanjang di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran mengeluhkan jadwal kerja yang melelahkan, yang semakin diperburuk oleh toilet-toilet yang tersumbat di kapal induk.
Beberapa prajurit yang berada di USS Gerald R. Ford bahkan mengaku mempertimbangkan untuk meninggalkan militer karena kesulitan menghadapi dampak lamanya berpisah dari orang-orang tercinta.
Dilansir Daily Mail, Minggu (22/2), para pelaut tersebut seharusnya bersandar di Virginia pada awal Februari, namun justru diarahkan ke Timur Tengah untuk mendukung AS seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Kapal perang terbesar AS itu telah berada di laut sejak Juni 2025. Awalnya dikerahkan ke Mediterania, sebelum dialihkan pada Oktober ke Karibia untuk membantu penanganan situasi di Venezuela ketika AS menangkap Presiden Nicolás Maduro.
650 Toilet Rusak
Perpanjangan penugasan ini membuat para pelaut berada di laut selama 11 bulan, bukan enam bulan seperti biasanya. Akibatnya, setidaknya satu anggota militer melewatkan momen meninggalnya anggota keluarga.
Keadaan semakin memburuk karena banyak dari 650 toilet di kapal tidak berfungsi akibat sulitnya melakukan perawatan rutin saat kapal terus bergerak, demikian dilaporkan Wall Street Journal (WSJ), seperti dilansir Daily Mail, Minggu (22/2).
Para pejabat mengatakan kepada WSJ bahwa masalah tersebut tidak mengganggu misi mereka, namun hal itu tidak menghentikan para prajurit untuk mengeluh kepada keluarga tentang situasi tersebut.
Jami Prosser mengatakan putranya yang kini bertugas di kapal Ford telah melewatkan momen-momen penting keluarga, termasuk pemakaman kakek buyutnya dan perceraian saudara perempuannya.
Yang lain terpaksa membatalkan perjalanan, tidak dapat menghadiri pernikahan, dan berbagai acara penting lainnya.
Keluhan Prajurit
Scott Tomlin juga menyebut putranya mengeluhkan kondisi kamar mandi. Ia mengatakan kepada ayahnya bahwa sebagian masalah disebabkan oleh seseorang yang membuang sampah ke dalam salah satu toilet.
Para orang tua dan keluarga juga mengirim sebanyak mungkin paket ke kapal perang tersebut, karena anggota keluarga mereka yang bertugas meminta makanan yang lebih baik, seperti makaroni dan keju, saus pedas, atau camilan favorit mereka.
Rosarin McGhee mengaku telah mengirim 17 paket kepada suaminya sejak ia ditugaskan.
McGhee merasa “patah hati” ketika mendengar kepulangan suaminya kembali ditunda.
“Saya harus tetap di sini sendirian, tak peduli seberapa sepi atau beratnya keadaan ini,” ujarnya.
Kabar Mengejutkan
Kapten David Skarosi mengakui kekecewaan para prajurit dan menyebutnya sebagai “pukulan”.
Skarosi mengatakan kepada WSJ bahwa perpanjangan tersebut bahkan mengejutkannya.
Dalam surat tertanggal 14 Februari kepada para pelaut, ia menulis bahwa dirinya juga harus mengubah rencana memperbaiki pagar halaman belakang rumahnya karena perpanjangan tugas itu, namun menegaskan: “Ketika negara memanggil, kita menjawab.”
“Saya telah berbicara dengan banyak pelaut Anda yang harus menerima kenyataan melewatkan rencana ke Disney World, pernikahan yang sudah mereka konfirmasi kehadirannya, dan liburan musim semi ke Busch Gardens,” tulisnya dalam surat tersebut, menurut laporan WSJ.
Pada Jumat, kapal tersebut melintasi Selat Gibraltar, menurut laporan US Naval Institute (USNI) News.
Selain Ford, USS Abraham Lincoln beserta armada tempur kapal induknya juga dikirim ke Mediterania.
Puluhan Jet Tempur Parkir
AS terus meningkatkan kehadirannya di kawasan Mediterania di tengah pembicaraan presiden Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap negara tersebut akibat ketidakstabilan politik.
Dunia kini berada dalam ketegangan menyusul kabar bahwa AS memindahkan lebih dari 60 pesawat tempur ke sebuah pangkalan di Yordania pada Jumat.
Puluhan pesawat terlihat terparkir di pangkalan yang dikenal sebagai Muwaffaq Salti, berdasarkan data pelacakan penerbangan yang ditinjau New York Times.
Jumlah 60 pesawat tersebut sekitar tiga kali lipat dari jumlah jet yang biasanya ditempatkan di sana. Setidaknya 68 pesawat kargo juga telah mendarat di pangkalan tersebut sejak Minggu.
Citra Satelit
Citra satelit juga menunjukkan beberapa drone, helikopter, jet siluman F-35, serta sistem pertahanan udara baru telah tiba di pangkalan tersebut.
Sejumlah pejabat Yordania yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Times bahwa mereka berharap negosiasi dapat mencegah aksi militer di kawasan itu, namun pesawat-pesawat Amerika ditempatkan di pangkalan tersebut sebagai bagian dari perjanjian pertahanan antara kedua negara.
Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan menyerang Iran dalam beberapa hari mendatang, dengan mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa ia sedang mempertimbangkan tindakan militer untuk menekan pejabat Iran agar mau bernegosiasi terkait program nuklir negara itu.
Sumber Gedung Putih sebelumnya mengatakan kepada New York Times dan CNN bahwa AS siap melancarkan serangan terhadap Iran secepatnya akhir pekan ini.
Daily Mail telah menghubungi Angkatan Laut untuk meminta komentar.