FOTO: Lelah Berkali-kali Mengungsi, Pria di Jalur Gaza Gali Lubang untuk Berlindung dari Serangan Israel
Sejak pertempuran berlangsung, Tayseer telah mengungsi sebanyak 9 kali. Dia pun berinisiatif menggali lubang untuk tempat berlindung dari serangan Israel.
Rentetan serangan brutal yang dilancarkan Israel telah membuat warga Palestina di Jalur Gaza kehilangan tempat aman. Mereka harus berkali-kali mengungsi untuk menyelamatkan diri. Salah satunya adalah Tayseer Obaid.
Sejak pertempuran terbaru antara Israel dan Hamas meletus pada 7 Oktober 2023 lalu, Tayseer telah mengungsi sembilan kali. Dia bersama keluarganya berpindah-pindah lokasi untuk menghindari serangan Israel.
Tayseer mengaku lelah harus berkali-kali mengungsi. Dia pun berinisiatif menggali sebuah lubang untuk tempat berlindung dari serangan Israel.
Lubang dengan kedalaman sekitar dua meter tersebut dibangun di dalam tenda pengungsiannya di Deir Al-Balah, Jalur Gaza tengah. Simak penampakannya!
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kantor Media Pemerintah, disebutkan bahwa Israel sejak 11 Agustus 2025 telah menargetkan kawasan permukiman di Kota Gaza.
Anak-anak dan pengungsi Palestina yang kehilangan tempat aman terpaksa bertahan hidup di Stadion Yarmouk, arena sepakbola tertua dan terbesar di Jalur Gaza.
Agresi rezim Israel di Jalur Gaza terus memakan korban jiwa. Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas Gaza telah mencapai 72.938 orang, dengan ribuan lainnya terluka, memperparah krisis kemanusiaan.
Menteri Kesehatan Palestina Majed Abu Ramadan mengumumkan peluncuran kampanye donor darah 'Darah Kita Satu' untuk mendukung pasien dan korban luka di Jalur Gaza, memperkuat pasokan darah nasional, dan menyatukan solidaritas rakyat Palestina.
Relawan Flotilla Gaza dari Indonesia membeberkan pengalaman pahitnya, termasuk kekerasan fisik dan penahanan oleh pasukan Israel, setelah kapal kemanusiaan mereka di-intercept di Laut Mediterania.
Jumlah korban tewas di Jalur Gaza terus melonjak, kini mencapai puluhan ribu orang. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak, menunjukkan skala tragedi kemanusiaan.
Sembilan WNI peserta WNI Flotilla Gaza yang dibebaskan dari penahanan Israel kini menjalani serangkaian pemeriksaan di Turkiye, termasuk visum dan tes kesehatan, sebelum dapat kembali ke Indonesia.
ICRC peringatkan ribuan jenazah di Gaza terancam tak teridentifikasi permanen karena lambatnya evakuasi dan minimnya alat berat, menolak hak keluarga mengetahui nasib orang terkasih.
Hingga mendekati pertengahan 2026, kebutuhan pendanaan kemanusiaan untuk Gaza dan Tepi Barat sebesar 4,1 miliar dolar AS baru terpenuhi kurang dari 15 persen.