Dubes Iran: Negara-Negara Arab Telah Menyadari Militer AS Tak Bisa Jamin Keamanan Mereka
Saat ini, Iran tak memerlukan dan menuntut apapuan kecuali kemenangan. Amerika Serikat harus mengganti rugi segala kerusakan yang ditimbulkan.
Konflik kawasan Timur Tengah hingga kini masih panas. Baik Israel-Amerika Serikat dan Iran terus berbalas mengirim rudal.
Namun, satu hal yang pasti. Kini negara-negara Arab telah menyadari keamanan mereka tidak bisa dijamin militer AS. Demikian dikatakan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Rusia Kazem Jalali.
"Negara-negara Arab pun telah menyadari bahwa pihak militer AS tidak dapat menjamin keamanan mereka," kata Jalali kepada kantor berita multimedia internasional Rossiya Segodnya, dikutip Antara, Kamis (12/3).
Di samping itu, Jalali menegaskan Iran tidak memerlukan apa pun, kecuali hanya kemenangan dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Kami sedang berjuang untuk menang dan kami tidak menuntut apa pun, kecuali kemenangan. Trump dan Netanyahu harus tahu itu," kata Jalali.
Amerika Serikat (AS) harus mengganti rugi atas semua kerusakan yang ditimbulkan akibat serangannya, tambah Jalali, sekaligus mencabut sanksi terhadap Iran.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.
Dalih Awal AS-Israel
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat penggantian rezim di Iran.
Ali Khamenei Tewas
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama operasi militer AS dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengutuk operasi AS-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.