Dikenal Sebagai 'Peti Mati Hidup', Pohon Berusia 550 Tahun Ini Punya Kanopi Seluas 4 Kali Lapangan Bola
Pada 1989, Guinness Book of World Records menetapkannya sebagai kanopi pohon terbesar di dunia
Pohon beringin terbesar di dunia tumbuh di desa terpencil Kadiri, di distrik Anantapur di negara bagian Andhra Pradesh, India selatan. Bahkan kanopi pohon ini luasnya disebut empat kali lebih besar dari lapangan bola.
Dalam bahasa lokal, pohon ini disebut Thimmamma Marrimanu. diambil dari nama Thimmamma, seorang wanita lokal yang dihormati karena pengabdiannya yang tanpa pamrih. Menurut legenda, dia melakukan sati (bakar diri) di atas tumpukan kayu pembakaran jenazah suaminya pada abad ke-15 dan pohon itu menyembur dari salah satu tiang yang menopang tumpukan kayu tersebut.
Hubungan sejarah dan budaya menarik ribuan peziarah setiap tahunnya, menjadikannya situs yang memiliki kepentingan ekologis dan spiritual. Pohon ini diyakini akan memberkati pasangan yang tidak memiliki anak dengan kesuburan dan mengutuk siapa pun yang mencabut daunnya.
Pada 1989, Guinness Book of World Records menetapkannya sebagai kanopi pohon terbesar di dunia, dikutip dari laman Forbes, Kamis (30/1).
Luas kanopi Thimmamma Marrimanu hampir 5 hektar. Kanopi ini tersebar di area seluas 19.107 meter persegi, memberikan keteduhan yang setara dengan gabungan hampir empat lapangan sepak bola.
'Peti Mati Hidup'
Pohon beringin juga disebut 'peti mati hidup' karena tumbuh dari langit ke bawah, sehingga mencekik inangnya. Benihnya tersangkut di dahan pohon lain dan anakan muda yang tumbuh dari pohon tersebut menjuntai sulurnya hingga ke dasar hutan. Sulur-sulur ini akhirnya berakar dan bagian di atas permukaan tanah kemudian menebal dan mengeras.
Dengan demikian, beringin menjadi peti mati inangnya, berkelok-kelok di sekitar pohon aslinya dan menumbuhkan cabang-cabang yang merampas sinar matahari dari inangnya. Pada saat yang sama, akarnya menyebar ke bawah tanah dan menghilangkan nutrisi dan air. Saat pohon beringin tumbuh, semakin banyak akar yang turun dari dahan untuk menopang kanopi yang terus tumbuh.
Ada satu mitos yang menyebut terlarang tidur di bawah pohon beringin karena berbahaya. Hal ini bukan takhayul belaka, tapi ada kaitannya secara ilmiah. Pohon beringin melepaskan karbon dioksida pada malam hari karena tidak adanya fotosintesis, yang dapat mengakibatkan rendahnya konsentrasi oksigen di dekat tanah.