Dari Balik Jeruji Penjara Mantan Presiden Ini Masih Bisa Menang Pemilu
Pemilu sela Filipina menghasilkan hasil tak terduga yang dapat menggoyahkan kekuasaan Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr atas senat.
Perseteruan sengit yang didominasi antara dua dinasti politik di pemilihan sela Filipina telah menghasilkan hasil yang tak terduga. Menurut hitungan terakhir 80 persen suara, sekutu Marcos tampaknya memperoleh lebih sedikit kursi senat, demikian dilansir BBC News, Selasa (13/5).
Di sisi lain, saingannya, mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang ditahan di Den Haag atas perang melawan narkoba yang menewaskan ribuan orang, terpilih menjadi wali kota di tempat yang menjadi basis kekuasaan keluarganya.
Nasib putrinya, Wakil Presiden Sara Duterte, yang menghadapi persidangan pemakzulan, masih belum jelas.
Pemilu sela yang diadakan pada Senin (12/5) mempertandingkan 18.000 kursi, mulai dari pejabat daerah hingga gubernur dan senator. Pemilu ini menjadi perang proksi antara Marcos Jr dan Sara Duterte, yang dulunya merupakan sekutu.
Penganiayaan politik
Perebutan kursi senat memperebutkan 12 kursi, pemilihan tersebut diawasi ketat karena memengaruhi sidang pemakzulan Sara Duterte, yang disebutnya sebagai “penganiayaan politik.”
Wakil presiden tersebut, yang secara luas diduga akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028, menghadapi prospek larangan berpolitik. Hal tersebut diperkirakan terjadi jika juri yang terdiri dari para senator memilih untuk memakzulkannya.
Banyak orang memperkirakan kandidat pilihan Marcos Jr akan memenangkan sebagian besar dari 12 kursi. Namun, menurut hitungan terakhir 80 persen suara, hanya enam dari kubunya yang tampak memenangkan kursi, satu di antaranya juga telah didukung oleh kubu Duterte.
Mengamankan 4 kursi
Dalam peringkat lima besar, hanya satu kandidat yang didukung oleh Marcos berhasil menembus daftar tersebut, yaitu penyiar Erwin Tulfo.
Sementara itu, posisi teratas ditempati oleh loyalis Duterte sekaligus mantan ajudannya, Christopher ‘Bong’ Go. Pada posisi ketiga dari daftar tersebut adalah sekutu Duterte lainnya, yaitu mantan Kepala Kepolisian Ronald ‘Bato’ dela Rosa.
Kubu Duterte tampaknya berhasil mengamankan setidaknya empat kursi, termasuk Imee Marcos, kakak dari Presiden Marcos Jr, yang belakangan ini memutuskan keluar dari aliansi sang adik dan berbalik mendukung keluarga Duterte.
Hal yang memperumit keadaan adalah masih belum jelasnya informasi tentang bagaimana sekutu Marcos di senat akan bertindak atas pemakzulan Sara Duterte. Loyalitas mereka dapat berubah karena para senator juga menyeimbangkan kepentingan dan ambisi pribadi dengan aliansi politik mereka.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey