Ini Petinggi Partai dan Anggota DPR Petahana yang Gagal ke Senayan, Tersingkir Wajah Baru di Dapil Sumut

Perebutan kursi antara calon anggota DPR petahana dan wajah baru tersaji di beberapa daerah.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Ini Petinggi Partai dan Anggota DPR Petahana yang Gagal ke Senayan, Tersingkir Wajah Baru di Dapil Sumut
Ini Petinggi Partai dan Anggota DPR Petahana yang Gagal ke Senayan, Tersingkir Wajah Baru di Dapil Sumut (Merdeka.com)

Sejumlah petinggi partai dan anggota DPR petahana gagal kembali ke Senayan karena tersingkir pendatang baru.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menuntaskan penetapan hasil Pemilu 2024. Perebutan kursi antara calon anggota DPR petahana dan wajah baru tersaji di beberapa daerah. Salah satunya Dapil Sumatera Utara I dan II. 

Sejumlah petinggi partai dan anggota DPR petahana gagal kembali ke Senayan karena tersingkir pendatang baru.

Sejumlah petahanan seperti Trimedya Panjaitan dan Iskan Qolba Lubis dari Dapil Sumut II gagal masuk ke DPR RI. 

Nama kondang lainnya yakni Junimart Girsang, Djarot Saiful Hidayat, hingga Romo HR Muhamad Syafii juga gagal mengambil dan mempertahankan kursi.

Diketahui, sebanyak delapan partai politik yang berhasil lolos masuk ke parlemen Senayan, sekaligus membawa sejumlah nama calon legislatif yang akan duduk di kursi DPR RI.

Penetapan hasil Pemilu 2024 itu mencakup pengumuman hasil rekapitulasi nasional perolehan suara Pilpres dan Pileg 2024, berdasarkan berita acara KPU nomor 218/PL.01.08-BA/05/2024.

Secara runut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) unggul di antara seluruh partai peserta Pemilu 2024, diikuti di posisi kedua Partai Golongan Karya (Golkar) dan ketiga Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Kemudian keempat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kelima Partai Nasional Demokrat (Nasdem), keenam Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ketujuh Partai Demokrat, dan kedelapan Partai Amanat Nasional (PAN).

Deretan nama caleg yang berhasil lolos parlemen untuk untuk Dapil Sumut didapat berdasarkan penghitungan lewat metode Sainte Lague.

Daftar nama ini berdasarkan data rekapitulasi penghitungan suara nasional 38 provinsi yang telah diselesaikan, dan bukan pernyataan resmi dari KPU.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

Dapil Sumut I

PKB (1 kursi)

Ashari Tambunan memperoleh 134.226 suara

Gerindra (2 kursi)

Ade Jona Prasetyo memperoleh 136.085 suara
M Husni memperoleh 61.622 suara

PDIP (2 kursi)

Sofyan Tan memperoleh 279.334 suara
Yasonna H Laoly memperoleh 83.045 suara

Golkar (2 kursi)

Musa Rajekshah memperoleh 190.990 suara

Meutya Hafid memperoleh 147.004 suara

Nasdem (1 kursi)

Prananda Surya Paloh memperoleh 103.019 suara

PKS (1 kursi)

Tifatul Sembiring memperoleh 92.704 suara

Demokrat (1 kursi)

Muhammad Lokot Nasution memperoleh 56.688 suara

Dapil Sumut II

PKB (1 kursi)

Marwan Dasopang memperoleh 49.175 suara

Gerindra (1 kursi)

Gus Irawan Pasaribu memperoleh 87.343 suara

PDIP (2 kursi)

Rapidin Simbolon memperoleh 102.546 suara
Sihar PH Sitorus memperoleh 86.341 suara

Golkar (3 kursi)

Lamhot Sinaga memperoleh 158.973 suara

Andar Amin Harahap memperoleh 140.063 suara
Trinovi Khairani memperoleh 99.419 suara

Nasdem (1 kursi)

Martin Manurung memperoleh 116.649 suara

PAN (1 kursi)

Saleh Partaonan Daulay memperoleh 77.914 suara

Demokrat (1 kursi)

Sabam Sinaga memperoleh 69.969 suara

Dapil Sumut III

Gerindra (1 kursi)

Sugiat Santoso memperoleh 58.226 suara

PDIP (2 kursi)

Bob Andika Mamana Sitepu memperoleh 94.621 suara
BaneRaja Manalu memperoleh 91.169 suara

Golkar (3 kursi)

Ahmad Doli Kurnia Tandjung memperoleh 141.846 suara
Delia Pratiwi Br Sitepu memperoleh 119.047 suara
Mangihut Sinaga memperoleh 116.091 suara

Nasdem (1 kursi)

Rudi Hartono Bangun memperoleh 103.387 suara

PKS (1 kursi)

Ansory Siregar memperoleh 66.736 suara

PAN (1 kursi)

Nasril Bahar memperoleh 59.947 suara

Demokrat (1 kursi)

Hinca IP Pandjaitan XIII memperoleh 74.375 suara.

Rekomendasi